
loading…
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan capaian pertumbuhan kredit per September 2026. FOTO/dok.SindoNews
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan, penyaluran kredit dilakukan secara pruden ke berbagai sektor, mulai dari korporasi, komersial, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menegaskan pertumbuhan pembiayaan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan.
“BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan,” ujar Hendra dalam paparan kinerja kuartal III 2026 secara virtual Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Hybrid Banking Dorong Transaksi Nasabah BCA Tumbuh 60% dalam 3 Tahun
Capaian kredit tersebut ditopang kredit produktif senilai Rp831 triliun, tumbuh 17,2% YoY. Rinciannya, kredit korporasi naik 20,9% menjadi Rp528,1 triliun, kredit komersial tumbuh 7,8% menjadi Rp154,1 triliun, dan kredit UKM meningkat 15,4% menjadi Rp149,2 triliun.
Pertumbuhan kredit UKM BCA konsisten berada di atas rata-rata industri perbankan nasional hingga kuartal III 2026. Untuk mendukung pelaku usaha, BCA menghadirkan Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun dan jangka waktu kredit lebih panjang, berlaku dari 1 Juli 2026 hingga Januari 2027.

