Musisi peraih Grammy ini sebelumnya dijadwalkan tampil dalam delapan dari 10 konser tersisa dalam tur stadion Sheeran, yang akan kembali berlanjut pada 19 September di Philadelphia, menurut Variety.
Israeli-American Council kemudian memulai petisi yang mendesak Sheeran untuk mencoret Macklemore dari tur tersebut.
Lewat Instagram, Macklemore mengatakan, Sheeran mendapat tekanan dari miliarder Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts, yang menjadi lokasi konser Sheeran berikutnya. Menurut Macklemore, Kraft bersama sejumlah pemilik stadion tidak akan mengizinkan Sheeran tampil di venue mereka jika Macklemore tetap ikut dalam tur.
Macklemore menjelaskan bahwa keputusan ia dicoret dari tur Sheeran diambil setelah ia menjalani “percakapan sulit” selama sepekan dengan Sheeran, sahabatnya selama 13 tahun yang sudah ia anggap sebagai “saudara”.
“Seperti yang sudah beberapa kali aku katakan kepada Ed lewat telepon, persahabatan kami tidak bisa mengubah tanggung jawabku untuk mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang terjadi,” ujar Macklemore.
“Ed berada dalam posisi yang sangat sulit,” tulis Macklemore. “Dia tahu itu. Sikapnya yang biasanya tidak memihak dalam urusan politik kini diuji dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
“Apa yang aku katakan di MetLife sudah aku sampaikan di berbagai panggung di seluruh dunia selama hampir tiga tahun,” lanjutnya. “Jadi, kenapa baru sekarang dipermasalahkan? Karena sekarang aku berbagi panggung dengan salah satu musisi terbesar di dunia, di beberapa panggung terbesar di Amerika.”
Macklemore mengakhiri unggahan panjangnya dengan kembali menyerukan “Free Palestine“.
“Jika kata-kata itu membuatku kehilangan panggung, tetapi berhasil mengarahkan pembicaraan kembali ke Palestina, maka ini adalah tur paling sukses yang pernah aku jalani.”

