Site icon News Today

Malaysia Perketat Aturan Pendakian Gunung


Sementara itu, salah satu perusahaan penyelenggara pendakian yang diwawancarai CNA mengakui aturan baru tersebut dapat membuat biaya bagi pendaki meningkat.

“Biaya paket mungkin akan sedikit naik … tetapi ini harga kecil yang perlu dibayar demi meningkatkan keselamatan,” kata Yeo Ching Khee dari X-Trekkers yang berbasis di Singapura dan menyelenggarakan ekspedisi pendakian, termasuk ke Malaysia.

Bulan lalu, Wakil Menteri NRES Syed Ibrahim Syed Noh mengatakan di parlemen bahwa sebagian pendaki tidak melakukan persiapan yang memadai sehingga meningkatkan risiko kedaruratan.

Pada Juni, Syed Ibrahim, dikutip media lokal, mengatakan, sebanyak 1.059 kecelakaan pendakian, termasuk 63 kematian dan 87 kasus cedera, tercatat di Malaysia antara 2021 dan 2025.

Secara terpisah, Malaysia mencatat 52 kasus pendaki tersesat yang melibatkan 114 orang dalam lima bulan pertama tahun ini, naik hampir 30 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, menurut data Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia.

‘BIAYA LEBIH TINGGI, RENCANA PERJALANAN LEBIH PANJANG’

Pendakian kilat adalah pendakian yang biasanya memakan waktu beberapa hari tetapi dituntaskan dalam waktu jauh lebih singkat, terkadang dalam 24 atau 36 jam, kata Mohamad Azuan Abdullah, ketua Asosiasi Pemandu Gunung Perhutanan Malaysia (PMGP).

Sejumlah negara bagian, termasuk Perak, Kelantan dan Selangor, telah mulai memperketat aturan mereka.

“Departemen perhutanan negara bagian lainnya saat ini sedang mengkaji penerapan langkah-langkah ini dan akan mengumumkannya pada waktunya,” kata Menteri NRES Arthur kepada CNA.

Setiap negara bagian di Semenanjung Malaysia memiliki undang-undang kehutanan sendiri dan kewenangan untuk mengelola kawasan hutan lindungnya, termasuk mengatur kegiatan pendakian, tambahnya.

Pada Juni, Departemen Perhutanan Perak melarang pendakian sehari dan pendakian kilat di tujuh jalur berisiko tinggi, setelah ramainya sorotan pada kasus Jaslinda Saludin, pendaki berusia 49 tahun yang hilang di hutan selama hampir dua pekan.

Jaslinda saat itu berusaha menuntaskan jalur Trans Spencer Chapman, salah satu dari tujuh jalur yang kini dibatasi oleh pihak berwenang Perak.

Jalur Trans Spencer Chapman, yang mencakup Gunung Bah Gading, Gunung Kak, dan Gunung Batu Putih di Perak, kini harus ditempuh dalam waktu sedikitnya lima hari, menurut departemen perhutanan negara bagian tersebut.

Pendaki biasanya membutuhkan dua hingga empat hari untuk menuntaskan jalur berat yang dikenal dengan medan hutan lebat itu, meski ada yang mencoba menyelesaikannya hanya dalam waktu 24 jam lebih sedikit, menurut media lokal.



Source link

Exit mobile version