
loading…
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan praktik-praktik pertambangan yang berpotensi merugikan negara. FOTO/IST
“Kita akan tindak lanjuti. Presiden itu bos kami, saya pembantu. Apalagi sudah diperintahkan sesuai dengan aturan, saya eksekusi,” kata Bahlil saat ditanya wartawan mengenai praktik tambang yang merugikan negara, Jumat (23/10/2026).
Untuk diketahui, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Presiden Prabowo menyoroti penyelundupan berbagai komoditas, mulai dari timah, emas, dan batubara hingga bahan bakar minyak serta pupuk bersubsidi. Presiden meminta kepada jajarannya untuk menghentikan praktik penyelundupan sumber daya alam karena merugikan perekonomian nasional.
“Penyelundupan ibarat menikam bangsa kita, menikam tubuh kita sendiri. Penyelundupan merupakan upaya untuk membunuh perekonomian kita. Membunuh perekonomian kita berarti membunuh bangsa kita,” katanya.
Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil tersebut menjadi angin segar di tengah maraknya aktivitas penambangan ilegal di Indonesia, salah satunya di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Aktivitas penambangan emas ilegal di Sangihe diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp200 miliar dalam enam bulan terakhir.

