Site icon News Today

Pesta mabuk 7 gelas alkohol, pengemudi Outlander Erica malu tabrak tewas 1 warga di Surabaya


SEHABIS BERPESTA DI TEMPAT HIBURAN MALAM

Setelah kecelakaan, polisi menyebut ENR sempat marah kepada orang-orang yang mendatangi lokasi. Kondisinya ketika itu diduga masih dipengaruhi alkohol.

“Marah-marah ke orang-orang yang datang ke TKP, namanya orang mabuk,” tutur Galih.

ENR mengakui perilakunya tersebut, tetapi mengaku tidak menyadari tindakannya saat kejadian.

“Saya sendiri enggak sadar kalau saya mabuk. Namanya orang mabuk,” sebutnya.

“Karena saya juga enggak sadar. Itu saya juga kaget kelakuan saya seperti itu. Jadi saya malu,” lanjutnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Sulthon N A menyebut hasil pemeriksaan uji tiup menunjukkan ENR positif mengonsumsi minuman beralkohol. Polisi menyatakan kadar alkohol dalam tubuhnya mencapai 1,06 persen.

“Kadar alkohol dalam tubuhnya 1,06 persen. (Kejadian) setelah (tersangka) pulang dari acara tempat hiburan di sekitaran,” ujar Sulthon di Satpas Colombo Polrestabes Surabaya, Senin (24/8).

ENR sendiri mengakui menghadiri pesta di sebuah tempat hiburan malam sebelum kecelakaan. Ia menyebut telah mengonsumsi tujuh gelas minuman beralkohol.

“7 gelasan, (takaran) 1/4 gelas,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan ENR tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ketika mengendarai Outlander tersebut.

Galih menyimpulkan faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan karena ENR mengemudikan kendaraan tanpa konsentrasi dalam kondisi terpengaruh alkohol.

“Penyebab utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol,” katanya.

ENR kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Setelah kejadian, ia menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada keluarga RPK yang meninggal dunia.



Source link

Exit mobile version