Site icon News Today

PHE Ajak Mahasiswa PNJ Mengenal Industri Hulu Migas dan Menggali Potensi Diri



loading…

Mengusung tema Menggali Potensi, Menggerakkan Energi, UYC 2026 PHE menghadirkan ruang pembelajaran interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif industri hulu migas dan pengembangan karier. Foto/Dok

JAKARTA – Menjaga ketersediaan energi Indonesia bukan hanya persoalan menemukan dan memproduksi minyak dan gas bumi. Di balik proses tersebut, terdapat tantangan yang membutuhkan dukungan teknologi, inovasi, pengelolaan bisnis, hingga berbagai keahlian lain.Keterkaitan antara kebutuhan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dan peran generasi muda menjadi salah satu hal yang diangkat dalam Upstream Youth Champs (UYC) 2026 di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) , Depok, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi”, UYC 2026 PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menghadirkan ruang pembelajaran interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif industri hulu migas dan pengembangan karier. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami peran industri hulu migas dalam mendukung kebutuhan energi nasional, mengenali tantangan yang dihadapi sektor tersebut, serta melihat bagaimana kemampuan dari berbagai latar belakang pendidikan dapat dikembangkan menjadi kontribusi nyata.

Lewat UYC 2026, PHE mengajak mahasiswa melihat industri hulu migas tidak hanya sebagai sektor yang menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi nasional. Melalui perspektif tersebut, mahasiswa diajak memahami tantangan industri sekaligus mengenali bagaimana pengetahuan dan kompetensi dari berbagai bidang dapat mengambil peran dalam menjawabnya.

Baca Juga: Pertamina Subholding Upstream Regional Bangun Budaya Kesehatan bagi Pekerja

Dalam sesi pengenalan industri, mahasiswa diperkenalkan pada peran PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina yang menjalankan kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi. Kegiatan di sektor hulu menjadi bagian awal dari rantai energi yang mendukung kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Besarnya peran tersebut tercermin dari kontribusi PHE yang mengelola sekitar 24% wilayah kerja operator migas Indonesia, dengan kontribusi sekitar 65% terhadap lifting minyak domestik dan 35% terhadap lifting gas domestik. Pada semester I 2026, produksi migas PHE tercatat sekitar 935 ribu barel setara minyak per hari. Angka-angka ini memberikan gambaran mengenai skala tanggung jawab industri hulu dalam menjaga produksi energi dari dalam negeri.



–

Exit mobile version