Site icon News Today

PLN EPI Laksanakan Gas-In Commissioning WNTS-Pemping, Perkuat Pasokan Energi Domestik



loading…

PLN EPI berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping sebagai tahapan penting untuk menyalurkan gas Natuna guna memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di Batam. Commissioning yang berlangsung pada Minggu (4/10) pukul 00.00 WIB tersebut memastikan kesiapan infrastruktur sebelum gas dialirkan menuju pembangkit PLN Batam di Tanjung Uncang.

“Keberhasilan Gas-In Commissioning ini menjadi milestone penting sebagai pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping agar gas Natuna dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, khususnya mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam, Sumatera Bagian Tengah, dan Jawa Barat. PLN EPI akan terus mengawal tahapan berikutnya hingga gas dapat mengalir ke pembangkit,” ujar Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam keterangannya dikutip pada Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU, Uji Coba Mulai 2027

Pelaksanaan Gas-In Commissioning diawali dengan pembukaan Double Block Blade Valve yang melibatkan penyelam (diver) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memastikan tidak terdapat kebocoran pada titik tie-in maupun sepanjang jalur pipa hingga fasilitas onshore. Keberhasilan tahapan tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur WNTS-Pemping yang akan membawa gas dari Natuna masuk ke Indonesia melalui Pulau Pemping.

Setelah commissioning pipa bawah laut selesai, PLN EPI akan melanjutkan proses commissioning Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping sebelum gas dapat dialirkan menuju pembangkit PLN Batam. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelaraskan kesiapan pasokan gas dengan penyelesaian infrastruktur.

Rakhmad mengatakan pengaliran gas selanjutnya menunggu penetapan alokasi gas dari pemerintah serta penyelesaian dokumen komersial dengan pemasok hulu dan pembeli. “Saat ini kami sedang mendiskusikan alokasi gas dengan Ditjen Migas dan SKK Migas serta menyelesaikan dokumen komersial, baik dengan pemasok hulu maupun pembeli, untuk selanjutnya dapat mengalirkan gas ke pembangkit,” jelasnya.



–

Exit mobile version