JOMBANG: Gelombang kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) meluas ke Jombang setelah 260 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Kasus ini muncul di tengah rentetan insiden serupa di sejumlah daerah yang telah berdampak terhadap lebih dari 2.000 siswa dan guru sejak awal September.
Kasus di SMPN 1 Kabuh dilaporkan bermula pada Rabu (2/9), setelah siswa dan guru menyantap menu MBG berupa nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih, brokoli, serta papaya.
Sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan, termasuk sakit perut, diare, mual, muntah, dan pusing. Banyak siswa disebut mengalami diare ketika kegiatan belajar masih berlangsung.
Jumlah korban hingga Jumat (4/9) mencapai 260 orang, termasuk empat guru. Sebanyak 175 siswa dan guru disebut telah pulih setelah menjalani pengobatan secara mandiri pada Rabu.
Sementara itu, 85 orang dibawa ke fasilitas kesehatan pada Kamis (3/9) karena masih mengalami keluhan. Tiga siswa hingga kini masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.
UDANG SAUS PADANG DIDUGA JADI PENYEBAB
Penelusuran awal Puskesmas Kabuh diwartakan Tirto mengarah pada menu udang saus Padang sebagai makanan yang diduga berkaitan dengan keracunan.
Dugaan tersebut muncul berdasarkan wawancara terhadap para korban. Mayoritas korban mencurigai menu udang karena rasanya dinilai aneh dan tidak seperti seharusnya.
Namun, dugaan terhadap menu udang tersebut belum menjadi kesimpulan final mengenai penyebab keracunan.
Makanan MBG yang dikonsumsi siswa dan guru SMPN 1 Kabuh diproduksi SPPG Mangunan, dapur MBG milik Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta.
Kepala SPPG Mangunan Cakra Rizky Fortuna mengklaim proses pengolahan makanan di dapurnya telah mengikuti petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN). Pihak SPPG juga masih mencari penyebab insiden tersebut.
Meski temuan awal mengarah pada menu udang saus Padang, Cakra menyebut juru masak SPPG membantah makanan tersebut bermasalah. Menurutnya, udang diterima dalam kondisi segar dan tidak berbau ketika dimasak.
Kasus Jombang menambah rangkaian dugaan keracunan MBG yang terjadi di berbagai wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Di Sidoarjo, Jawa Timur, jumlah santri dan siswa yang terdampak mencapai 730 orang. Kasus lain dilaporkan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dengan 276 korban dan Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang.
Pada Rabu, dugaan keracunan juga menimpa 777 siswa dan guru di Rembang. Sementara di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 152 orang dilaporkan terdampak setelah menyantap menu MBG.
Secara keseluruhan, lebih dari 2.000 siswa dan guru dilaporkan terdampak dalam rangkaian kasus dugaan keracunan MBG di sejumlah daerah sejak Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9)
Di tengah rentetan kasus tersebut, Kepala BGN Sudaryono mengatakan sebagian besar insiden yang ditangani berkaitan dengan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
“Sebagian besar, lebih dari 80 persen, itu adalah pelanggaran SOP. Yang paling banyak adalah SOP konsumsi waktu,” tutur Sudaryono.
Sudaryono juga menyoroti kapasitas dapur sebagai salah satu persoalan. Menurutnya, terdapat dapur berkapasitas kecil yang mendapat beban pelayanan melebihi kemampuan produksinya.

