Meskipun seorang perempuan merasa nyaman berhubungan seks saat menstruasi, pasangannya mungkin tidak tertarik melakukannya, begitu pula sebaliknya. Jika pasanganmu yang tidak bersedia, kamu sebaiknya tidak memaksanya.
Sebaliknya, dr. Tan menyarankan untuk mengobrol dan memahami apa yang membuatnya merasa khawatir mengenai seks saat menstruasi.
Ia merekomendasikan untuk memulai percakapan dengan rasa ingin tahu, misalnya dengan bertanya, “Apakah yang membuatmu tidak nyaman adalah darah yang berantakan, baunya, kekhawatiran soal kebersihan, atau ada hal lain?
“Banyak rasa tidak nyaman berasal dari mitos, rasa malu, atau sekadar tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Kamu bisa meyakinkannya, menjelaskan hal-hal yang membuatmu nyaman, dan menyarankan cara-cara praktis agar situasinya tidak terlalu berantakan.”
Selain itu, dr. Tan menegaskan bahwa seseorang tidak perlu dibujuk agar mau melakukan hubungan seks saat menstruasi. Persetujuan atau consent tetap berlaku bagi kedua pihak.
“Tujuannya di sini adalah: Bisakah kita membicarakan keintiman tanpa rasa malu atau menghindarinya?” tuturnya.
“Dan perlu diingat bahwa ada banyak cara untuk tetap dekat tanpa melakukan seks penetratif atau tanpa harus membuktikan bahwa dia mencintaimu,” katanya.
Jika justru kamu yang merasa ragu, kamu perlu tahu bahwa kamu tidak harus memaksakan diri untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tersebut.
“‘Aku tidak ingin berhubungan seks selama menstruasi’ adalah jawaban yang lengkap dan valid,” kata dr. Tan.
“Ada perbedaan antara mencoba melawan rasa malu dan memaksakan diri melewati batasan yang memang benar-benar kamu miliki,” kata dr. Tan.
“Sebagian perempuan mungkin ingin mencari tahu dari mana rasa tidak nyaman itu berasal. Namun, tujuan akhirnya bukan agar setiap perempuan harus menikmati seks saat menstruasi. Tujuannya adalah agar mereka dapat memilih dengan bebas, tanpa tekanan ataupun rasa malu.”
Ia menyarankan untuk mengatakan kepada pasangan, “Aku tetap senang bermesraan denganmu, tetapi aku tidak ingin melakukan seks penetratif ketika sedang menstruasi.”
Atau, kamu cukup meminta bentuk keintiman lainnya.

