Site icon News Today

Sektor Kuliner Sumbang Rp503,5 Triliun, Kontribusi Capai 2,11% ke PDB



loading…

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. FOTO/Tangguh Yudha

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat sektor penyediaan makan dan minum menyumbang Rp503,5 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sepanjang 2025. Nilai tersebut setara dengan 2,11% dari total PDB Indonesia dan menegaskan potensi kuliner sebagai penopang ekonomi sekaligus daya tarik utama pariwisata.

“Visi kami adalah memperluas pengenalan terhadap destinasi, produk, dan talenta kuliner Indonesia, mendorong transaksi bagi pelaku usaha, serta mengembangkan kekayaan lokal menjadi pengalaman wisata yang bermakna,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dikutip Sabtu (16/10/2026).

Baca Juga: Kemenpar Dorong Wisata Berbasis Pengalaman, Wisatawan Diajak Jelajahi Indonesia Lebih Dalam

Menurut Widiyanti kekayaan kuliner Nusantara perlu terus dikembangkan agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha. Kuliner Indonesia dinilai memiliki keunggulan dalam menghadirkan pengalaman wisata autentik karena membawa wisatawan mengenal sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat di daerah asalnya.

Pengembangan wisata gastronomi diharapkan tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian warisan budaya, penguatan identitas daerah, serta pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. Setiap hidangan Nusantara dipandang mengandung nilai budaya yang mencerminkan sejarah, asal-usul bahan pangan, teknik pengolahan, hingga tradisi turun-temurun.

Sebagai upaya memperkuat potensi tersebut, Kemenpar menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 pada 7 Oktober hingga 1 November 2026. Festival itu diselenggarakan bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan didukung Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra perbankan utama.



–

Exit mobile version