JAKARTA: Bandara Soekarno-Hatta masuk jajaran 10 besar dunia untuk fasilitas dan pilihan kuliner bagi penumpang transit, mengungguli Ninoy Aquino di Manila, New York John F. Kennedy, Shanghai Pudong hingga Istanbul. Soetta berada di posisi keenam, sementara Changi Singapura memuncaki pemeringkatan.
Berdasarkan pemeringkatan Airport Ranking and Hotels yang dikutip Seasia Stats, Jumat (4/9), Soekarno-Hatta memperoleh skor 133.
Penilaian tidak hanya mempertimbangkan banyaknya tempat makan di bandara. Sejumlah indikator lain turut diperhitungkan, mulai dari rating restoran, kisaran harga, ketersediaan fasilitas seperti shower dan Wi-Fi, hingga rating bandara berdasarkan Google Reviews.
Soekarno-Hatta sendiri memiliki 133 restoran dan kafe yang tersebar di berbagai terminal. Pilihannya mencakup beragam kuliner lokal maupun internasional yang dapat dinikmati penumpang sembari menunggu penerbangan lanjutan.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi menilai capaian tersebut mencerminkan perkembangan fasilitas dan aktivitas komersial di kawasan bandara.
“Kehadiran 133 restoran dan kafe di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan penumpang yang memberikan pilihan dan kenyamanan selama berada di bandara,” ujar Heru, dikutip Indo Aviation.
CHANGI NOMOR SATU
Posisi teratas ditempati Bandara Changi Singapura dengan skor 247. Bandara tersebut menawarkan pilihan mulai dari kuliner dengan harga terjangkau hingga restoran mewah, termasuk yang berada di kawasan Jewel.
Penumpang transit dapat menemukan berbagai makanan khas Singapura seperti nasi ayam, laksa, nasi lemak, roti kaya, dan dim sum.
Bandara Internasional O’Hare di Chicago, Amerika Serikat menempati peringkat kedua dengan skor 210, disusul Bandara Tokyo Haneda di posisi ketiga dengan skor 173. Haneda menawarkan beragam kuliner Jepang, termasuk sushi dan ramen.
Dua bandara Amerika Serikat lainnya mengisi posisi berikutnya. Hartsfield-Jackson Atlanta berada di peringkat keempat dengan skor 165, sementara LaGuardia di New York menempati posisi kelima dengan skor 142.
Soekarno-Hatta kemudian menyusul di urutan keenam dan menjadi satu dari tiga bandara Asia Tenggara yang masuk 10 besar.
Bandara Internasional Ninoy Aquino di Filipina berada tepat di bawah Soetta dengan skor 131. John F. Kennedy di New York menyusul pada posisi kedelapan dengan skor 129.
Shanghai Pudong di China berada di peringkat kesembilan dengan skor 126, sedangkan Bandara Istanbul di Turki melengkapi 10 besar dengan skor 118.
Di tengah tingginya mobilitas penumpang, pengembangan pilihan kuliner menjadi bagian dari strategi Soekarno-Hatta memperkuat layanan di luar aktivitas penerbangan.
Pengembangan bisnis non-aeronautika menjadi salah satu fokus manajemen bersama program beautifikasi, perluasan kawasan komersial, serta penambahan rute penerbangan internasional.

