Site icon News Today

Subur bisnis bimbel di India berkat ambisi masuk kampus top


MENJUAL MIMPI

Bagi siswa dan keluarga yang menghadapi ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi, pusat bimbel kerap menjual lebih dari sekadar pelajaran – mereka menjual janji kesuksesan.

Mudassar mengatakan ia melihat sendiri bagaimana sejumlah lembaga bimbel memasarkan diri kepada siswa dan orang tua yang cemas.

“Mereka menjual mimpi dan meyakinkan orang tua bahwa jika anak mereka masuk ke lembaga kami, dia pasti akan mendapat hasil yang baik,” katanya.

Menurutnya, orang tua percaya pada janji tersebut karena lembaga bimbel dapat menunjukkan peringkat dan hasil tinggi yang diraih siswa-siswa sebelumnya.

Prestasi tinggi menjadi bagian penting dari model bisnis industri ini, kata para pakar.

Menghasilkan siswa dengan nilai tertinggi dapat mendongkrak reputasi lembaga, menarik angkatan siswa berikutnya dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan.

Namun, persaingan ketat untuk memamerkan keberhasilan siswa juga memicu praktik pemasaran yang dipertanyakan.

Central Consumer Protection Authority (CCPA) India berulang kali menjatuhkan sanksi kepada perusahaan bimbel atas iklan menyesatkan sejak 2023.

Hingga Desember 2025, regulator tersebut mengatakan telah mengeluarkan 57 teguran kepada lembaga bimbel dan menjatuhkan denda hampir 11 juta rupee, sembari menindak iklan dan klaim menyesatkan.

Shivkanya Deshpande menyebut praktik “membajak siswa berprestasi” sebagai rahasia umum di sebagian industri bimbel.

“Lembaga bimbel terang-terangan membeli kisah sukses siswa berperingkat teratas, terkadang dengan menawarkan uang tunai, kendaraan atau mengganti seluruh biaya pendidikan mereka – hanya agar wajah mereka bisa dipasang di papan iklan, meskipun siswa itu hanya pernah mengikuti satu kali ujian simulasi di tempat mereka,” katanya.

Pakar lain mengatakan sejumlah pusat bimbel juga membentuk “kelas unggulan” dengan menjaring siswa berprestasi sejak awal dan memberi mereka fasilitas lebih, seperti akses ke pengajar yang paling diminati dan dukungan akademis tambahan.

Akibatnya, siswa lain bisa mendapat lebih sedikit dukungan, kata para pakar, meski biaya yang mereka bayarkan ikut menopang operasional lembaga tersebut.

MASA DEPAN BUDAYA BIMBEL INDIA

Bagi siswa dan keluarga mereka, biaya yang dikeluarkan bisa sangat besar.

Mudassar mengatakan biaya bimbel di kota-kota kecil seperti Ahilyanagar di negara bagian Maharashtra sekitar 200.000 rupee (Rp37,3 juta) per tahun, meski potongan bagi siswa berprestasi dapat menurunkan biayanya.

Di Kota, sejumlah lembaga mengenakan biaya 500.000 hingga 600.000 rupee (Rp93,3 juta hingga Rp112 juta) per tahun – beban finansial yang besar bagi keluarga kelas menengah dengan pendapatan rumah tangga tahunan sekitar 500.000 hingga 1,2 juta rupee (Rp93,3 juta hingga Rp224 juta).



Source link

Exit mobile version