Site icon News Today

Uji Coba Angkot Listrik Bandung Gratis, Cek Rutenya


RUTE ANGKOT LISTRIK BANDUNG

Angkot listrik memulai perjalanan dari kawasan Bandara Husein menuju Jalan Abdul Rahman Saleh, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Pajajaran.

Dari sana, kendaraan melintasi Jalan Kapten Tatanegara sebelum menuju Jalan Dr Djunjunan melalui Jalan LMU Suparmin dan Jalan Sukawana.

Setelah melintasi kawasan Pasteur, perjalanan diteruskan melalui Jalan Sukamulya, Jalan Sukagalih, dan Jalan Cipedes Tengah.

Angkot kemudian melewati Jalan Ir Sutami, Jalan Sukahaji, Jalan Gegerkalong Hilir, kompleks perumahan Pondok Hijau, dan Jalan Sersan Bajuri sebelum mencapai Terminal Ledeng.

Pemilihan rute tersebut mempertimbangkan akses menuju kawasan permukiman sehingga layanan tidak hanya terkonsentrasi di jalan-jalan utama.

Konsep ini diarahkan untuk mendukung konektivitas first mile dan last mile, dengan angkot mendekati kawasan tempat tinggal sehingga masyarakat memiliki akses lebih mudah menuju transportasi umum.

Kopamas juga menggunakan masa uji coba untuk memperkenalkan kendaraan listrik kepada para pemilik angkot yang nantinya perlu melakukan peremajaan armada.

“Uji coba ini sambil mengenalkan kepada pemilik angkot untuk peremajaan kendaraan konvensional kalau ingin tetap melanjutkan usaha di bidang transportasi disarankan menggunakan kendaraan listrik,” ujar Budi.

Menurut Budi, struktur biaya operasional menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pengemudi angkot saat ini. Selain setoran kepada pemilik kendaraan, pengemudi harus menanggung pengeluaran bahan bakar.

“Setoran Rp100 ribu, setoran Rp170 ribu artinya Rp270 ribu itu harus ada setoran ke pemilik. Pengemudi dapat berapa kita tidak tahu, itu konsekuensi pengemudinya,” ungkapnya.

Beban tersebut berpotensi bertambah apabila peremajaan dilakukan dengan membeli kendaraan konvensional baru karena muncul biaya cicilan kendaraan.

“Kalau pakai konvensional, maka setorannya akan naik. Untuk biaya cicilan kendaraan saja Rp180-200 ribu. Artinya setoran ditambah bensin jadi Rp370 ribu bebannya,” jelas Budi.

Kendaraan listrik diharapkan memberikan ruang untuk menekan pengeluaran bahan bakar sehingga struktur biaya operasional dapat disesuaikan tanpa menambah beban pengemudi.

“Kalau pakai kendaraan listrik, ada substitusi dimana Rp 170 ribu untuk bensin kemudian substitusi sebagai kenaikan setoran sehingga beban pengemudi tidak bertambah,” katanya.



Source link

Exit mobile version