Busana tersebut memberikan penghormatan kepada gaya yang pernah ditampilkan supermodel dunia Kate Moss di runway Calvin Klein pada 1993, kemudian diinterpretasikan ulang dengan beret, oversized denim vest, serta baggy denim yang dimodifikasi dengan garis pinggang lebih rendah.
Gaya sagging fashion, yakni ketika celana denim dikenakan rendah hingga memperlihatkan bagian pinggang pakaian dalam, menghidupkan kembali arsip Calvin Klein dari era 1990-an. Jennie juga mengenakan mini dress denim daur ulang yang dibuat dari bagian pinggang celana jeans, belt loop, serta sabuk kulit dari arsip brand tersebut.
Namun, tak lama usai penampilannya berakhir, beredar video viral yang memperlihatkan dada Jennie terbuka sepenuhnya ketika ia tengah tampil secara enerjik di atas panggung, menurut laporan Chosun Daily. Video itu tentu membuat banyak penggemarnya terkejut.
The Korea Times melaporkan, video viral itu bahkan meraih lebih dari 12,5 juta views hanya dalam waktu sekitar setengah hari.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi terkait keaslian video. Meski rekaman itu mungkin saja memperlihatkan wardrobe malfunction yang benar-benar terjadi, muncul pula kecurigaan bahwa video tersebut merupakan konten palsu yang dibuat menggunakan AI.
Jika video itu terbukti merupakan konten palsu yang dibuat dengan teknologi AI, kreatornya berpotensi menghadapi konsekuensi hukum.
Pasalnya, sejumlah video lain yang tampak seperti hasil AI ditemukan di akun yang pertama kali mengunggah klip tersebut, menurut laporan The Korea Times.
Temuan ini semakin memicu spekulasi bahwa video Jennie juga mungkin telah dimanipulasi secara digital. Akun pengunggah pertama video itu kemudian ditangguhkan.
Terlepas dari apakah rekaman itu autentik atau telah dimanipulasi, penyebaran video secara sensasional mendorong agensi Jennie, OA Entertainment, untuk turun tangan.
Agensi tersebut menyatakan, akan mengambil langkah hukum tanpa keringanan terhadap konten berbahaya yang menargetkan sang penyanyi.
Menurut agensi, tindakan tersebut mencakup penyebaran foto atau video yang menampilkan ciri fisik sang artis yang telah diedit atau dimanipulasi dengan niat jahat, penyebaran berulang terhadap adegan tertentu, maupun penyematan komentar menghina atau klaim palsu pada konten semacam itu.

