
loading…
Presiden Donald Trump isyaratkan Amerika Serikat akan gabung dengan Arab Saudi dalam membombardir kelompok Houthi Yaman. Foto/The White House
Trump sebelumnya enggan untuk melibatkan AS dalam konflik yang terus memanas tersebut.
Baca Juga: Rudal Houthi Serang Bandara Riyadh Arab Saudi, 12 Orang Tewas, 309 Terluka
Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Sabtu, Trump ditanya apakah pasukan Amerika dapat bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi Yaman—yang juga dikenal sebagai Ansar Allah—menyusul serangan mematikan terbaru di Bandara King Khalid.
“Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya,” jawab Trump, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (11/10/2026). “Kami baru saja mengetahui tentang serangan terbaru itu. Jadi, kami akan mengambil keputusan. Kami bertindak sangat cepat.”
Kelompok Houthi telah mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu di Bandara King Khalid. Dalam wawancara dengan Russia Today, pejabat senior Ansar Allah, Mohammed al-Bukhaiti, mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut bertujuan memaksa Riyadh untuk menerima “perdamaian yang komprehensif dan permanen” serta mengakhiri perang dan blokade timbal balik.
Eskalasi pertempuran kembali terjadi di saat pasukan Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk area-area strategis di dekat Selat Bab el-Mandeb. Koalisi pimpinan Arab Saudi pada hari Jumat menyatakan telah meluncurkan “operasi berskala besar” terhadap kelompok tersebut dan menghancurkan 136 target militer.
Pernyataan terbaru Trump menandakan potensi perubahan sikap Washington. Pada bulan September, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berulang kali meminta bantuan militer AS untuk menghadapi kelompok Houthi, namun Trump pada akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan izin serangan—meskipun persiapan operasi telah dilakukan.

