loading…

menjaga lisan bukan sekadar mengurangi bicara. Lebih dari itu, seorang Muslim dituntut memastikan setiap perkataan yang keluar mengandung kebenaran, manfaat dan tidak merugikan orang lain. Foto ilustrasi/ist

Bahaya lisan perlu menjadi perhatian setiap Muslim. Sebab, ucapan yang keluar dari mulut tidak hanya dapat menyakiti hati orang lain, tetapi juga berpotensi menjerumuskan seseorang ke dalam dosa.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak persoalan bermula dari perkataan yang tidak dijaga. Fitnah, celaan, kebohongan, membuka aib hingga mengolok-olok orang lain merupakan contoh perilaku lisan yang dapat merusak hubungan antarmanusia sekaligus mengurangi nilai amal seseorang.

Islam pun memberikan perhatian besar terhadap persoalan ini. Menjaga lisan merupakan bagian dari ketakwaan dan menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki amal serta mendapatkan ampunan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah memperoleh kemenangan yang agung.” (QS Al-Ahzab: 70-71).

Baca juga: Waspada! 2 Dosa Lisan Ini Sering Dilakukan Kaum Wanita Tanpa Sadar

Ayat tersebut menunjukkan bahwa menjaga ucapan bukan perkara sepele. Perkataan yang benar dan baik dapat menjadi sebab diperbaikinya amal sekaligus diampuninya dosa.

Jaminan Surga bagi Orang yang Menjaga Lisan

Pentingnya menjaga lisan juga ditegaskan Rasulullah dalam sebuah hadis. Nabi bersabda:

“Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (mulut) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan), niscaya aku menjamin baginya surga.” (HR Al-Bukhari).

Hadis tersebut memberikan gambaran betapa besarnya kedudukan menjaga lisan dalam Islam. Rasulullah memberikan jaminan surga bagi orang yang mampu menjaga dua perkara tersebut, yakni lisan dan kemaluan.

Lisan memang kecil secara fisik, tetapi dampak perkataannya sangat besar. Satu ucapan bisa mendamaikan orang yang berselisih, tetapi satu ucapan pula dapat memicu pertengkaran, permusuhan bahkan kerusakan hubungan dalam jangka panjang.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan sejumlah bahaya lisan yang harus diwaspadai manusia. Berikut di antaranya:

1. Mengucapkan perkataan yang tidak bermanfaat

Ucapan yang tidak memiliki manfaat dapat membuat hati menjadi keras. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk berbicara seperlunya dan menghindari perkataan yang sia-sia.

2. Banyak bicara dan berpotensi banyak berbohong

Semakin banyak seseorang berbicara tanpa kendali, semakin besar pula kemungkinan munculnya perkataan yang tidak benar. Karena itu, menjaga ucapan merupakan bagian dari upaya menjaga diri dari kebohongan.

3. Mengucapkan perkataan yang sia-sia

Al-Qur’an menyebutkan salah satu ciri orang beriman adalah menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat.



–