loading…

Salah satu peringatan Rasulullah berkaitan dengan perempuan yang mengenakan pakaian, tetapi tetap memperlihatkan aurat atau lekuk tubuhnya. Foto ilustrasi/ist

Tanda-tanda wanita akhir zaman menjadi salah satu pembahasan yang kerap menarik perhatian umat Islam. Sejumlah hadis Rasulullah mengingatkan tentang perilaku yang dapat merusak akhlak, melemahkan keimanan, hingga mengancam kehormatan diri.

Dalam Islam, wanita memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Sebagai ibu, istri, maupun pendidik, wanita turut berperan dalam membentuk karakter generasi mendatang. Karena itu, menjaga akhlak, kehormatan, dan keimanan menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslimah.

Namun, dalam memahami tanda-tanda akhir zaman, umat Islam perlu merujuk pada Al-Qur’an dan hadis secara tepat. Tidak semua fenomena sosial yang berkembang saat ini dapat langsung disebut sebagai tanda khusus akhir zaman. Pesan utama dari berbagai riwayat tersebut adalah agar setiap Muslim senantiasa memperbaiki diri dan tidak terjerumus dalam kemaksiatan.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan berdasarkan hadis Rasulullah dan ajaran Islam.

1. Berpakaian, tetapi Tidak Menutup Aurat

Salah satu peringatan Rasulullah berkaitan dengan perempuan yang mengenakan pakaian, tetapi tetap memperlihatkan aurat atau lekuk tubuhnya.

Baca juga: 4 Pesan Rasulullah SAW untuk Wanita Akhir Zaman, Nomor 4 Sering Diabaikan

Rasulullah bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا…

Artinya: “Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk memukuli manusia, dan para perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, serta kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya…” (HR Muslim).

Hadis ini memberikan peringatan keras tentang perilaku yang bertentangan dengan prinsip menjaga aurat dan kehormatan diri. Para ulama menjelaskan bahwa istilah berpakaian tetapi telanjang dapat merujuk pada pakaian yang tipis, transparan, atau ketat sehingga tidak menutupi tubuh sebagaimana mestinya.

Di era media sosial, persoalan berpakaian juga berkaitan dengan kebiasaan menampilkan diri di ruang publik digital. Karena itu, seorang muslimah perlu mempertimbangkan bukan hanya tren busana, melainkan juga nilai kesopanan dan tuntunan agama. Menutup aurat bukan semata-mata persoalan penampilan, melainkan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

2. Terlena oleh Harta dan Kemewahan Dunia

Kecintaan berlebihan terhadap harta dan kemewahan juga dapat menjadi ujian bagi keimanan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ، أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

Artinya: “Sungguh, akan datang suatu zaman ketika seseorang tidak lagi peduli dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari jalan halal atau haram.” (HR al-Bukhari).

Hadis tersebut mengingatkan bahwa keinginan memperoleh kekayaan dapat membuat seseorang mengabaikan batas halal dan haram.



–