
loading…
Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad mengajarkan umat Islam agar menjaga lisan, berhati-hati dalam menyampaikan berita, serta tidak ikut menyebarkan fitnah dan keburukan orang lain. Foto ilustrasi/ist
Sebaliknya, Islam juga memberikan tuntunan tentang keutamaan membela kehormatan saudara sesama muslim dan menjauhi berbagai bentuk fitnah. Berikut dalil atau petunjuk Al Quran dan hadis tentang fitnah yang penting diketahui umat Islam :
Tujuh dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang Fitnah
1. Surat Al-Qalam Ayat 10–11: Larangan Mengikuti Penyebar Fitnah
Allah SWT memperingatkan umat Islam agar tidak mengikuti orang yang gemar berdusta, menghina, mencela, dan menyebarkan adu domba.
Firman Allah SWT:
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ
Latin: Wa laa tuti’ kulla hallaa fim mahiin, hammaazin masyaa’im binamiim.
Artinya: “Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah.” (QS. Al-Qalam: 10–11)
Baca juga: 3 Ancaman Berat bagi Pelaku Fitnah Menurut Islam, Jangan Disepelekan
Ayat ini mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh mudah terpengaruh oleh perkataan orang yang gemar mengadu domba. Informasi yang disampaikan dengan meyakinkan belum tentu benar, terlebih jika bertujuan menjatuhkan kehormatan orang lain.
Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak langsung mempercayai ataupun meneruskan kabar yang berpotensi menimbulkan permusuhan.
2. Surat Az-Zumar Ayat 32: Berdusta Termasuk Kezaliman
Islam mengecam perbuatan berdusta dan mengingkari kebenaran. Salah satu bentuknya adalah membuat tuduhan palsu yang merugikan orang lain.
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ
Latin: Faman azlamu mimman kazaba ‘alallaahi wa kazzaba bis-sidqi idz jaa’ah, alaisa fii jahannama matswal lil-kaafiriin.
Artinya: “Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?” (QS. Az-Zumar: 32)
Ayat tersebut secara langsung membahas kebohongan terhadap Allah dan pendustaan terhadap kebenaran yang datang dari-Nya. Dalam konteks yang lebih luas, ayat ini juga mengingatkan tentang beratnya dosa berdusta, meskipun tidak setiap bentuk fitnah dapat disamakan begitu saja dengan konteks khusus ayat tersebut.
Menyebarkan informasi palsu dengan sengaja merupakan tindakan yang dapat menzalimi orang lain. Karena itu, umat Islam harus membiasakan diri berkata jujur dan tidak mengarang cerita demi menjatuhkan seseorang.
3. Surat An-Nur Ayat 4: Ancaman bagi Penuduh Zina Tanpa Bukti
Salah satu bentuk tuduhan paling serius dalam Islam adalah menuduh seseorang melakukan zina tanpa bukti yang disyaratkan oleh syariat.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Leave a Reply