loading…

Riset MarkPlus mencatat 90,3% responden telah menggunakan dompet digital selama lebih dari dua tahun. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Riset MarkPlus bertajuk “E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape” mencatat 90,3% responden telah menggunakan dompet digital selama lebih dari dua tahun, mencerminkan semakin matangnya adopsi pembayaran digital di Indonesia. Seiring dengan itu, pemilihan dompet digital kini tidak lagi hanya didasarkan pada kecepatan dan kemudahan transaksi, tetapi juga pada fleksibilitas layanan serta manfaat finansial nyata seperti cashback, gratis biaya transfer, dan potongan harga.

“Seiring dengan semakin eratnya penggunaan dompet digital dalam kehidupan sehari-hari, ekspektasi konsumen juga terus berkembang. Kemudahan dan kecepatan transaksi tetap menjadi faktor penting, tetapi konsumen juga mengharapkan fleksibilitas layanan serta manfaat finansial nyata yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp) Yosanova Savitry dalam konferensi pers MCorp Industry Update, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: QRIS Antarnegara Diperluas, Kuartal IV 2026 Uji Coba di Hong Kong dan Timor Leste

Riset yang melibatkan 400 responden di berbagai kota di Indonesia ini menempatkan aplikasi ShopeePay di posisi pertama dalam dua indikator utama, yaitu frekuensi penggunaan (40%) dan rekomendasi konsumen (38,0%). Posisi berikutnya diisi GoPay dengan 34,3% pada frekuensi penggunaan dan 35,5% pada rekomendasi, disusul DANA (15,3% dan 13,8%), LinkAja (2,5% pada rekomendasi), serta OVO (1,8%).

Dari sisi fitur, pembayaran melalui QRIS menjadi layanan dompet digital yang paling sering digunakan responden (85,3%), diikuti transfer uang ke rekening bank atau e-wallet (77,3%), belanja daring (70,8%), serta pembelian produk digital (69,0%). Di antara pengguna QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi (80,8%) menjadi pertimbangan utama dalam memilih dompet digital, diikuti luasnya jaringan merchant (54,4%) serta daya tarik promosi dan cashback (51,3%).



–