MALAYSIA PERKETAT PENGAWASAN JALUR AWAK PESAWAT

Shuhaily mengatakan penyelidikan juga mengarah pada jalur khusus awak penerbangan yang digunakan pelaku saat melewati area pemeriksaan bandara.

Menurut dia, setiap pelaku kejahatan memiliki modus berbeda untuk menghindari sistem pengawasan, termasuk dalam kasus penyelundupan narkotika.

Karena itu, kepolisian Malaysia kini mendalami apakah terdapat celah prosedur atau faktor lain yang memungkinkan pelaku membawa barang terlarang ke dalam pesawat.

Manajemen Malaysia Aviation Group juga memperketat standar operasional terhadap seluruh awak pesawat, termasuk pengawasan akses masuk dan keluar jalur khusus kru penerbangan.

Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila ditemukan personel bandara yang terbukti terlibat atau membantu aksi penyelundupan tersebut.

Kasus ini terungkap setelah petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencurigai koper yang dibawa Mohd Saufi saat tiba di Indonesia.

Berdasarkan rekaman CCTV, Mohd Saufi tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 29 Juli. Sebagai awak pesawat, ia sempat diarahkan melewati jalur cepat (fast track) khusus kru.

Meski demikian, petugas Bea Cukai tetap melakukan pengawasan berbasis analisis risiko terhadap profil dan pergerakan pelaku sebelum memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaannya.

“Meski sempat diarahkan ke jalur khusus awak pesawat (fast track), petugas Bea Cukai tetap melakukan pengawasan berbasis analisis risiko terhadap pergerakan dan profil pelaku. Berdasarkan hasil analisis tersebut, petugas mengarahkan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaannya,” tulis Bea Cukai.

Bareskrim Polri menyatakan Mohd Saufi terbang dari Kuala Lumpur menuju Jakarta.

“(Rute terbangnya dari) Kuala Lumpur-Jakarta,” kata Kasubdit II Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Awaludin Amin, dikutip detikNews, Senin (3/8).

Awaludin juga mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan Mohd Saufi positif menggunakan narkoba. 

“Ya, fakta cek urinenya setelah kami amankan demikian,” ujarnya.

Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine ‘cadangan’. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.



Source link