TIDAK GUNAKAN APBD

Berbeda dengan anggapan bahwa memiliki satelit membutuhkan investasi hingga ratusan miliar rupiah, Pemerintah Provinsi Lampung tidak membeli maupun mengoperasikan satelit tersebut.

Lampung-1 dimiliki dan dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace Ltd., sedangkan Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan data yang dihasilkan melalui kerja sama yang telah disepakati sejak 2025.

Dengan skema tersebut, pemerintah daerah tidak mengeluarkan dana APBD untuk membangun, meluncurkan, maupun mengoperasikan satelit. Seluruh investasi pembangunan satelit ditanggung oleh pihak pengembang sebagai bagian dari kerja sama teknologi.

Skema ini dinilai lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah daerah membangun satelit sendiri yang membutuhkan biaya besar, mulai dari proses manufaktur, peluncuran, hingga operasional.

Keunggulan Lampung-1 tidak hanya menghasilkan citra satelit.

Teknologi hyperspectral yang dipadukan dengan AI mampu membaca kondisi permukaan bumi secara lebih rinci dibandingkan satelit konvensional.

Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau kesehatan tanaman, kondisi irigasi, kualitas sungai dan pesisir, potensi banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga perkembangan kawasan industri dan infrastruktur.

Bagi petani, informasi tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap tanaman yang mengalami kekurangan air atau terserang penyakit sehingga risiko gagal panen dapat ditekan. Sementara bagi pemerintah daerah, data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk menghitung kepadatan kendaraan, memantau perubahan tutupan lahan, perkembangan tanaman, serta mendeteksi pembangunan baru tanpa harus melakukan studi lapangan yang memakan waktu dan biaya besar.

Selain pemanfaatan data satelit, kerja sama dengan STAR.VISION Aerospace juga mencakup pengembangan sumber daya manusia. Sejumlah aparatur Pemerintah Provinsi Lampung akan mengikuti pelatihan di China untuk mempelajari teknologi satelit, pengolahan data hyperspectral, hingga pemanfaatan AI.

Langkah ini diharapkan mampu membangun kompetensi SDM lokal sehingga pemanfaatan teknologi satelit dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut juga mencakup rencana pembangunan stasiun bumi (ground station) di Provinsi Lampung guna mendukung pengembangan ekosistem teknologi antariksa di daerah.



Source link