Lalu lintas di sekitar Sekolah Debsirin Nonthaburi di Nonthaburi nyaris terhenti total, menurut pengamatan seorang jurnalis AFP. Media lokal melaporkan bahwa para orang tua menjemput anak-anak mereka setelah insiden tersebut.

Seorang siswa berusia 18 tahun mengatakan kepada Reuters bahwa awalnya ia mengira suara yang terdengar berasal dari petasan atau seseorang yang sedang memukulkan suatu benda.

“Awalnya saya tidak mengira itu suara tembakan,” katanya. “Terdengar banyak tembakan: dor, dor, dor. Kemudian hening. Lalu terdengar lagi.”

Petugas layanan darurat Kiatikhun Verapongpradith, 47, mengatakan, ia tiba ketika penembakan masih berlangsung. Timnya menangani para siswa yang mengalami luka di punggung, dada, dan lengan. Mereka menemukan seorang guru laki-laki tergeletak dalam keadaan tewas di lantai atas sekolah.

Di ruangan lain, mereka menemukan seorang guru perempuan dengan luka di dada dan lengannya.

“Kami melakukan CPR selama sekitar 30 menit dan segera membawanya ke rumah sakit karena kami tidak berhasil memulihkan detak jantungnya, tetapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” tuturnya.

Pada tahun ajaran 2025, sekolah tersebut memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru, menurut pihak berwenang distrik.

Wakil Menteri Pendidikan Akkharanan Kannakittinan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia sedang berkoordinasi untuk memberikan bantuan.



Source link