POLISI SELIDIKI ASAL USUL TEMUAN

Hermawanto mengatakan pihak sekolah telah melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian dan mendukung penyelidikan untuk mengungkap asal-usul maupun kepemilikan barang-barang tersebut.

“Termasuk juga menemukan narkoba, dan juga menemukan VCD porno. Jadi kami perlu informasikan kepada masyarakat bahwa karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata, maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” tegasnya.

Hingga kini, identitas pemilik senjata dan barang-barang tersebut masih menjadi perdebatan.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan seluruh barang itu ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan yang telah diberhentikan.

“Kami laporkan itu karena ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat. Jadi lokasinya begitu. Ini Ketua Yayasan yang sudah kami pecat,” urai Untung.

Hermawanto menambahkan mantan ketua yayasan tersebut diberhentikan pada April 2026. Menurut dia, yang bersangkutan membawa kunci ruangan yang belakangan diketahui menjadi lokasi penyimpanan senjata.

“Status hukum jadi proses pemberhentian terhadap Ketua Pengurus yang sudah kami pecat, proses penonaktifan terhadap anggota pembina, sekarang sedang proses gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jadi sedang bergulir proses perkara perdatanya,” ungkapnya.

Namun, pihak mantan ketua yayasan membantah sebagai pemilik narkoba maupun CD pornografi yang ditemukan di lokasi tersebut.

Kuasa hukum mantan ketua yayasan berinisial IWD, Alhadid Endar Putra, mengatakan pihaknya tidak mengetahui asal-usul narkoba maupun CD pornografi yang ditemukan.

“Nah kalau narkoba ini sama video porno ini apa ya itu VCD lagi, saya enggak tahu punya siapa, tapi yang pasti ya ditanyain ke pihak yang menguasai sejak April 2026 ini,” kata Alhadid kepada CNN Indonesia, Kamis (6/8).

Alhadid, yang juga Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, membenarkan bahwa 995 senjata jenis airsoft gun yang ditemukan merupakan milik pihaknya. Menurut dia, seluruh senjata tersebut legal dan memiliki izin.

“Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan ratusan airsoft gun tersebut telah disimpan di lokasi sejak 2020 untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

“Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S,” sebutnya.

Selain temuan ratusan senjata, pihak sekolah juga mengaku menemukan sebuah ruangan yang menyerupai bunker dan hingga kini belum dapat dibuka.

“Oleh karenanya kami meminta keseriusannya dan tindakannya segera, karena masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker, agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana,” tutur Hermawanto.

Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan telah menerima laporan terkait temuan tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan.

“Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Joko Adiwibowo.

Hermawanto berharap kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanan senjata di lingkungan sekolah.

“Buat kami sebagai sekolah, yang jelas penyimpanan senjata di tempat sekolah pasti dilarang oleh undang-undang. Pasti dilarang, pasti tidak diperbolehkan. Kenapa? Karena senjata itu pasti berbahaya. Dari situlah kami meminta kepolisian untuk sangat serius, transparan dan profesional untuk menuntut perkara ini,” tutupnya.



Source link