Tantangan terbesar berada di wilayah dengan medan sulit dan kepulauan. Pemerintah membagi pengungsi ke dalam beberapa kelompok, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil. Pulau Palue di Kabupaten Sikka, yang mengalami kerusakan berat, menjadi salah satu wilayah yang memerlukan pola distribusi khusus.
Sementara itu, seperti dilaporkan CNN Indonesia, Senin (17/8), BNPB menyiagakan armada darat, laut dan udara untuk menembus wilayah yang sulit dijangkau. Enam pesawat ditempatkan di Labuan Bajo dan lima di Maumere, termasuk helikopter untuk mendukung evakuasi medis. Truk logistik serta kapal Pelni dan feri juga dikerahkan, antara lain, untuk mencapai Pulau Palue.
Kondisi NTT sebagai provinsi kepulauan membuat jalur udara dan laut menjadi penting. Kementerian Sosial bersama BNPB mengerahkan helikopter dan feri untuk membawa bantuan ke Palue, sementara personel gabungan dikerahkan untuk menjangkau pengungsi di daerah terpencil.
“Kami terus mengadakan rapat koordinasi dan membagi tugas untuk memastikan pemulihan yang cepat,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Pemerintah juga mengoperasikan tujuh dapur umum di Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende dan Ngada untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Pemulihan akses berjalan bersamaan dengan perbaikan layanan dasar. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pemerintah harus menentukan kebutuhan masing-masing titik terdampak agar penanganannya tepat.
“Prioritas utama, evakuasi dan menolong korban, dan memulihkan infrastruktur dasar… listrik, internet, komunikasi, ya, kemudian jalan, akses, harus dibuka,” kata Tito.
Hingga Selasa (18/8) petang, pemerintah menyatakan, 99,9 persen menara BTS yang terdampak gempa telah kembali beroperasi. Dari 812 BTS yang sebelumnya terganggu, hanya satu BTS di Kabupaten Manggarai yang masih diperbaiki.

Leave a Reply