Namun, karena belum ada kepastian kapan penerbangan akan kembali beroperasi akibat abu vulkanik, rencana pasangan itu untuk sementara terkatung-katung.
Di dekat konter bantuan SIA di Terminal 2, Catrine mengatakan kepada CNA bahwa ia perlu mendapatkan surat keterangan medis baru yang menyatakan dirinya layak terbang, tergantung kapan penerbangan penggantinya berangkat.
Surat keterangan layak terbang bagi ibu hamil biasanya harus diterbitkan dalam waktu tujuh hingga 10 hari sebelum keberangkatan.
“Kami tadinya berpikir, penerbangannya hanya dua jam, jadi seharusnya saya tidak masalah. Tiba-tiba ini terjadi,” kata Catrine.
Ketika ditanya mengapa mereka tetap pergi ke bandara meski sudah ada kabar mengenai erupsi, Weng, yang bekerja sebagai koki, mengatakan mereka telah mengecek situs SIA dan tidak ada informasi bahwa penerbangan akan dibatalkan.
Belakangan ia baru menyadari bahwa maskapai telah mengirim SMS, tetapi pesan itu terlewat karena mereka terburu-buru berangkat ke bandara.
Sejumlah pelancong lain juga mengatakan kepada CNA bahwa mereka tidak menerima informasi apa pun dari maskapai, atau justru mendapat informasi keliru dari aplikasi SIA bahwa penerbangan mereka tetap berjalan.
Tina Seng, 47, mengatakan ia menerima pesan dari Scoot yang menyebutkan penerbangannya dibatalkan.
Namun, ia tidak yakin apakah pesan itu benar karena ia memesan tiket melalui SIA, sementara nomor referensi pemesanan dalam pesan Scoot berbeda dengan yang diberikan SIA.
Ia kemudian mengecek status penerbangan di aplikasi SIA, yang masih tercantum “confirmed” atau dikonfirmasi. Karena itu, ia tetap berangkat ke bandara bersama suami dan dua putrinya.
Keluarga itu hendak pergi ke Jakarta untuk menghabiskan libur September dengan mengunjungi keluarga Seng yang tinggal di sana.
SIA akan membantu mereka memesan ulang penerbangan. Namun, Seng, yang bekerja di bidang pemasaran, juga khawatir mereka akan terjebak di Jakarta jika situasi memburuk setelah tiba di sana.
“Itu akan menjadi masalah lain bagi kami,” katanya, mengingat anak-anaknya akan kembali masuk sekolah pada 14 Sep. “Kami masih mempertimbangkan apakah akan tetap berangkat, karena kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi.”

Leave a Reply