loading…

Serangan Houthi menewaskan 12 orang di Bandara King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Foto/X/@clashreport

RIYADH – Setidaknya 12 orang tewas dan 309 orang terluka dalam serangan di bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi .

Korban tewas mencakup empat warga negara Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu orang dari AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir, demikian dikonfirmasi oleh otoritas penerbangan sipil Saudi.

Operasional di Bandara Internasional King Khalid telah dihentikan sementara.

4 Fakta Serangan Houthi yang Menewaskan 12 Orang di Bandara King Khalid di Riyadh

1. Koalisi Saudi Akan Membalas Dendam

Melansir BBC, koalisi militer pimpinan Saudi kemudian berjanji akan merespons serangan tersebut—yang mereka sebut sebagai “kejahatan perang”—dan menuding kelompok Houthi Yaman sebagai pelakunya.

Kelompok Houthi belum memberikan komentar mengenai serangan hari Sabtu itu, namun mereka mengakui berada di balik serangan terpisah terhadap bandara yang sama pada hari Kamis, yang menewaskan tiga orang dan merusak sebuah pesawat.

Tiga orang lainnya tewas dalam serangan terpisah oleh Houthi terhadap dua bandara Saudi lainnya pada tanggal 6 dan 7 Oktober.

2. Serangan Paling Mematikan Houthi ke Saudi

Serangan hari Sabtu ini merupakan yang paling mematikan di kerajaan tersebut sejak Mei 2015.

Pertempuran baru-baru ini meningkat antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran dan menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut.

Selain serangan terhadap bandara Riyadh, sebuah proyektil juga jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam, wilayah timur Arab Saudi, pada hari Sabtu, menurut keterangan koalisi pimpinan Saudi.

Dalam pernyataan hari Sabtu, otoritas penerbangan sipil Saudi menyebutkan bahwa beberapa korban luka berada dalam “kondisi kritis”.



–