loading…

Nidal Malik Hasan, tentara AS yang menembak mati 13 orang di pangkalan militer Fort Hood pada 5 November 2009. Kini, dia akan dieksekusi oleh regu tembak. Foto/CNN

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa eksekusi Nidal Malik Hasan tidak akan disiarkan langsung dan juga tidak akan terbuka untuk publik sebagaimana yang dijanjikan Pentagon sebelumnya. Keputusan itu dibatalkan setelah menuai kecaman berbagai pihak, termasuk dari para anggota Kongres.

Hasan adalah tentara AS yang melakukan penembakan massal di pangkalan militer AS di Fort Hood pada 2009. Serangannya saat itu menewaskan 13 anggota militer AS.

Baca Juga: Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi terhadap Tentaranya yang Bantai 13 Orang di Pangkalan Militer

Beberapa hari lalu, Menteri Perang Pete Hegseth menjanjikan bahwa eksekusi Hasan oleh regu tembak AS akan disiarkan secara daring.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Kamis, Trump menulis bahwa Hasan, yang merupakan mantan mayor Angkatan Darat AS akan tetap dieksekusi sesuai jadwal oleh regu tembak. “Namun peristiwa ini tidak akan disiarkan,” tulis Trump.

Presiden AS tersebut menjelaskan menyiarkan eksekusi Hasan secara daring mungkin bisa menjadi efek jera yang kuat. “(Namun) banyak orang baik dengan niat tulus yang memilih untuk tidak menyaksikan kematiannya, baik melalui siaran daring maupun perangkat visual lainnya,” lanjut Trump.

Trump menambahkan bahwa pihak keluarga korban tetap memiliki hak untuk menyaksikan kematian Hasan secara langsung di lokasi eksekusi.

Menurut laporan Axios, yang mengutip seorang pejabat pemerintah secara anonim pada Jumat (16/10/2026), Presiden Trump semakin skeptis terhadap gagasan tersebut dalam beberapa hari terakhir, terutama karena banyaknya “respons negatif” yang dia terima.



–