
loading…
BNPB masih menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera seluas 2.431 hektare/ha. Jumlah tersebut berdasarkan data per 22 Oktober 2026. Foto: Dok Sindonews
“Di Pulau Sumatera, luas lahan yang masih dalam penanganan per 22 Oktober 2026 mencapai sekitar 2.431 ha,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Jumat (23/10/2026).
Baca juga: 1.297 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua
Dia merinci di Sumatera Selatan seluas 2.050 ha, Jambi 379 ha, dan Riau 2 ha. Penanganan di Sumatera mengerahkan 33.106 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, relawan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta perusahaan swasta.
“Personel sebanyak 14.837 orang bertugas di Riau, 12.285 orang di Sumatera Selatan, dan 5.984 orang di Jambi,” katanya.
Selain darat, turut dikerahkan satgas udara yang mengoperasikan 19 helikopter, 12 water bombing, dan 7 unit patroli/operasi modifikasi cuaca (OMC).
Belasan armada udara itu terbagi di Sumatera Selatan sembilan unit, Riau lima unit, dan Jambi lima unit. “OMC di Sumatera Selatan dilaksanakan melalui 9 sorti dengan penyemaian 5.800 kilogram dry ice dan 1.800 kg NaCl di Palembang serta perbatasan Lampung-Ogan Komering Ulu Timur,” kata Berton.
“Operasi OMC di Riau telah berakhir pada 25 September 2026, sedangkan di Jambi belum dapat dilaksanakan karena pertumbuhan awan kurang mendukung,” tambahnya.
(jon)

Leave a Reply