JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempersiapkan perayaan lima abad ibu kota pada 22 Juni 2027 dengan menghadirkan identitas visual baru bertuliskan “J.” di berbagai ruang publik. Logo tersebut akan dipasang di kawasan strategis, fasilitas pelayanan, hingga mural sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Jakarta menuju kota global.
Director Jakarta City Branding Raihanda Rafi menjelaskan bahwa identitas tersebut diharapkan menjadi simbol yang mudah dikenali masyarakat sekaligus memperkuat citra kota menjelang peringatan hari jadinya yang ke-500.
“Jadi ‘J.’ merupakan citra Jakarta yang nantinya diharapkan dapat menghiasi setiap sudut kota Jakarta pada ruang publik, kawasan strategis, fasilitas pelayanan ataupun media informasi baik melalui mural ataupun hal lainnya,” kata Raihanda diwartakan Antara, Kamis (5/11).
Pemerintah berharap penggunaan identitas visual itu tidak hanya terbatas pada fasilitas milik pemerintah, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dalam memperkenalkan Jakarta.
Jakarta Pusat menjadi salah satu wilayah yang dipersiapkan sebagai pusat kegiatan menjelang peringatan tersebut.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan kawasan Pasar Baru akan menjadi lokasi pencanangan HUT ke-500 Jakarta yang direncanakan berlangsung bersamaan dengan Jakarta Innovation Days pada Desember 2026.
Arifin meminta seluruh unit kerja perangkat daerah (UKPD), camat, dan lurah turut mendukung penataan kawasan bersejarah tersebut agar lebih menarik bagi masyarakat dan pengunjung.
“Khusus di Pasar Baru, saya mohon dukungan dari para UKPD dan juga camat serta lurah untuk ikut mempercantik kawasan Pasar Baru,” kata Arifin.
PRJ HINGGA UNDANGAN RAJA DAN SULTAN NUSANTARA
Selain pemasangan identitas visual, pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan peringatan lima abad Jakarta.
Salah satunya adalah Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang rutin diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Untuk perayaan 2027, PRJ direncanakan hadir dengan kemasan khusus yang mencakup konser lintas generasi, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wahana bernuansa nostalgia pasar malam.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga berencana mengundang para raja dan sultan dari berbagai wilayah Nusantara untuk menghadiri rangkaian perayaan.
Di tingkat kota administrasi, persiapan tidak hanya difokuskan pada penyelenggaraan acara, tetapi juga pembenahan lingkungan dan fasilitas pemerintahan.
Arifin meminta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kebersihan, keamanan, dan kualitas ruang publik.
Salah satu program yang didorong adalah penghijauan kantor pemerintahan melalui pemasangan taman vertikal (vertical garden), termasuk di kantor kecamatan dan kelurahan.
“Ini arahan langsung dari Pak Gubernur untuk menghijaukan Kota Jakarta melalui vertical garden,” jelas Arifin.
Ia menekankan bahwa kegiatan menyambut lima abad Jakarta perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi agenda seremonial.

Leave a Reply