loading…

Islam membolehkan seseorang memberikan perlindungan, pendidikan, nafkah, dan kasih sayang kepada anak yang membutuhkan, yang dilarang adalah mengubah nasab dan menerapkan konsekuensi hukum anak kandung kepada anak angkat hanya karena hubungan pengasuhan.

Mengadopsi anak merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dilakukan banyak keluarga. Selain memberikan kasih sayang, pengangkatan anak juga menjadi jalan bagi seseorang untuk merawat, membesarkan, dan memberikan pendidikan yang layak kepada anak yang membutuhkan.

Namun, bagaimana hukum adopsi anak dalam Islam? Apakah anak angkat boleh dinasabkan kepada orang tua angkatnya dan memperoleh hak yang sama dengan anak kandung, termasuk dalam hal warisan dan mahram ?

Dalam sejarah Islam, praktik pengangkatan anak atau tabanni telah dikenal sejak masa Arab pra-Islam. Bahkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai anak angkat. Akan tetapi, tradisi yang menyamakan anak angkat dengan anak kandung dalam urusan nasab kemudian diluruskan melalui wahyu Allah SWT dalam Al-Qur’an.

Islam membedakan antara mengasuh anak dengan penuh kasih sayang dan mengubah garis keturunan anak tersebut. Keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda dalam ketentuan syariat.

Larangan Menasabkan Anak Angkat kepada Ayah Angkat

Ketentuan mengenai nasab anak angkat dijelaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 4–5. Allah SWT berfirman:

مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖ ۚوَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰـِٕۤيْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْ ۚوَمَا جَعَلَ اَدْعِيَاۤءَكُمْ اَبْنَاۤءَكُمْۗ ذٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِاَفْوَاهِكُمْ ۗوَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ

Artinya: “Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).” (QS Al-Ahzab: 4).

Baca juga: Diejek Orang? Baca Doa yang Diajarkan Rasulullah Ini!

Selanjutnya, Allah SWT berfirman:

اُدْعُوْهُمْ لِاٰبَاۤىِٕهِمْ هُوَ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ فَاِنْ لَّمْ تَعْلَمُوْٓا اٰبَاۤءَهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ وَمَوَالِيْكُمْ ۗوَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيْمَآ اَخْطَأْتُمْ بِهٖ وَلٰكِنْ مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوْبُكُمْ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا



–