
loading…
MANSYAG memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap perusahaan global di berbagai sektor, termasuk teknologi dan kesehatan. FOTO/dok.SindoNews
“AI dan inovasi kesehatan merupakan dua perubahan struktural yang berpotensi membentuk pertumbuhan ekonomi global ke depan. Namun, investor tetap perlu melakukan kajian mendalam untuk menilai perusahaan dari berbagai aspek, termasuk posisi kompetitif, kemampuan menghasilkan arus kas, kualitas manajemen, dan prospek pertumbuhan,” kata Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Bill Gates Memperingatkan AI Dapat Memicu Serangan Siber
Dimas menjelaskan, perkembangan AI tidak hanya menguntungkan perusahaan pengembang aplikasi, tetapi juga mendorong permintaan terhadap semikonduktor, layanan komputasi, pusat data, infrastruktur energi, dan teknologi pendukung lainnya. Adopsi AI di berbagai industri juga berpotensi meningkatkan produktivitas melalui pengolahan data yang lebih cepat, efisiensi operasional, serta pengembangan produk dan layanan baru.
Meski demikian, pesatnya perkembangan teknologi dan ketatnya persaingan membuat perusahaan tidak selalu mampu mengubah inovasi menjadi keuntungan berkelanjutan. Karena itu, investor perlu menilai kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan arus kas, mempertahankan keunggulan kompetitif, serta mengelola modal secara efektif, selain mempertimbangkan valuasi sahamnya.
Di sektor kesehatan, peluang pertumbuhan didukung oleh perubahan demografi, meningkatnya usia harapan hidup, dan kebutuhan penanganan penyakit yang semakin kompleks. Inovasi di bidang farmasi, bioteknologi, alat diagnostik, dan peralatan medis berpotensi memperluas pilihan layanan kesehatan sekaligus menciptakan peluang bisnis baru.
“Sektor kesehatan memberikan sumber pertumbuhan yang berbeda dari teknologi. Inovasi obat dan peralatan medis terus berkembang untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat, sedangkan perubahan demografi membuat kebutuhan tersebut semakin relevan,” ujar Dimas.

Leave a Reply