loading…

Eksponen Aktivis 98 Andrianto bersama Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI M Hatta Rajasa. Foto/Istimewa

JAKARTA – Sejumlah aktivis pergerakan, praktisi hukum, dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan pertemuan dan audiensi perdana dengan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hatta Rajasa . Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memberikan dukungan dan mendiskusikan peran krusial Wantimpres dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mereka yang bertemu dengan Hatta Rajasa tersebut antara lain Eksponen Aktivis 98 Andrianto,Wahyuni Refi (Calon Duta Besar RI untuk Bahrain), Teuku Syahrul Ansari (Advokat Senior), Mantep Abdul Ghani (Tokoh Muda Wonosobo), Yudha Permana (Komisaris Utama Wika Beton), dan Noor Aljannna Fitri Gayo (Komisaris Wika Beton). Selama kurang lebih dua jam pertemuan, Andrianto dkk mengapresiasi stamina, fokus, dan semangat Hatta Rajasa yang tetap tinggi dalam memaparkan visi serta pandangannya terkait masa depan bangsa.

Menurut Andrianto, fokus utama dari diskusi ini adalah penegasan kembali mengenai fungsi strategis Wantimpres yang kini memiliki struktur yang lebih komprehensif. Sebagaimana ditegaskan oleh Hatta Rajasa, berdasarkan undang-undang, Wantimpres memiliki kewenangan dan ruang gerak yang luas untuk memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Presiden, baik pada saat diminta maupun tidak diminta.

Agar kinerja selaras dengan ritme pemerintahan, pembagian bidang kerja di internal Wantimpres saat ini telah disesuaikan langsung dengan struktur kementerian koordinator dan kementerian yang ada di Kabinet Merah Putih .

Baca Juga: Tiba di Istana, Hatta Rajasa Segera Dilantik Jadi Wakil Wantimpres

Andrianto, mewakili rombongan, menegaskan dukungan penuhnya terhadap postur Wantimpres saat ini yang diisi oleh 26 anggota berpengalaman.

“Kami sependapat dengan Bapak Hatta Rajasa bahwa jumlah anggota yang bertambah bukanlah sebuah kelemahan. Sebaliknya, variasi latar belakang dan keahlian dari 26 tokoh tersebut adalah sebuah kekuatan besar. Formasi ini akan memastikan bahwa setiap kebijakan diuji dari berbagai perspektif, sehingga nasihat yang diberikan kepada Bapak Presiden benar-benar komprehensif dan berkualitas,” ujar Andrianto dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).



–