MELANJUTKAN HIDUP

Setelah lima tahun menjalani penyelidikan polisi, menghadiri persidangan, dan menghabiskan waktu di penjara, Panfilov mengatakan, dirinya sangat lega karena merasa keadilan akhirnya ditegakkan.

“Kepercayaanku terhadap sistem peradilan Singapura telah pulih,” katanya. “Tetapi ini adalah jenis kelegaan yang bercampur dengan begitu banyak kesedihan… dan semacam kegelapan.”

Menurutnya, kesedihan tersebut berasal dari waktu yang hilang serta proses untuk kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan normalnya.

Target pertamanya adalah mendapatkan kembali kerugian finansial akibat kasus tersebut.

Untuk melakukannya, ia mendirikan perusahaan rekrutmen bernama Found Partners. Panfilov tetap mempertahankan status permanent resident Singapura karena telah dibebaskan dari seluruh dakwaan.

“Karena aku sudah tinggal di sini selama setengah hidupku, Singapura telah menjadi bagian yang melekat dalam diriku, dan sampai batas tertentu aku menganggap diriku sebagai orang Singapura. Setidaknya, aku pernah menjalani National Service dan bersekolah di tingkat secondary school di sini,” katanya.

“Dan sekarang aku juga pernah masuk penjara, jadi aku tahu… semua sisi Singapura,” katanya sambil tersenyum.

Kini, ia ingin memperluas cakrawala, mencoba tinggal di tempat lain, dan pada akhirnya beralih ke industri kreatif. Ia juga berniat menikahi kekasihnya.

Ketika ditanya apakah memiliki komentar mengenai perempuan yang menuduhnya, Panfilov terdiam sejenak untuk memikirkan jawabannya.

“Aku tidak terlalu menyibukkan diri dengan memikirkannya karena aku punya hidupku sendiri yang perlu aku fokuskan,” katanya. “Kamu tahu, orang bisa saja melakukan kesalahan.”

Meski menegaskan bahwa masa penahanannya bukanlah sebuah “pengalaman edukatif”, melainkan hukuman atas kejahatan yang menurutnya tidak ia lakukan, Panfilov menilai pengalaman tersebut membuatnya menyadari betapa pentingnya memiliki penasihat hukum yang kompeten.

Ia menilai, masyarakat dengan sumber daya lebih terbatas mungkin tidak mampu melindungi diri mereka secara memadai.

Pengalamannya itu juga membuatnya menjadi pribadi yang lebih sabar karena situasi seperti itu dapat membutuhkan waktu sangat lama untuk diselesaikan.

“Satu hal yang aku sadari adalah aku tidak lagi tertawa pada banyak hal seperti dulu,” katanya. Ia menceritakan bagaimana dirinya menonton beberapa komedian favoritnya setelah bebas dari penjara dan mendapati bahwa hal-hal tersebut tidak lagi terasa lucu.

“Menurutku aku juga menjadi lebih berbelas kasih dan tidak terlalu mudah menghakimi,” kata Panfilov.

“Sebelum masuk penjara, aku dulu berpikir bahwa semua orang di penjara itu seperti, jangan berurusan dengannya, jangan bicara dengan orang itu.”

“Tapi, sekarang aku paham banyak orang memang melakukan kesalahan, dan mereka berada di sana untuk memperbaiki diri. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, atau kesempatan ketiga, atau kesempatan keempat, sebanyak apa pun kesempatan yang mereka butuhkan, selama masih berada dalam batas-batas hukum.”



Source link