JOHOR BAHRU: Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mengatakan telah menghentikan platform komersial untuk manipulasi pemilu yang menyasar pemilih di Malaysia.
Operasi itu melibatkan sekitar 1.000 akun media sosial palsu, situs berita palsu, dan laporan intelijen rekayasa.
Platform itu menggunakan model AI Claude milik Anthropic untuk membangun sistem yang dapat membuat profil dan menyasar pemilih Malaysia berdasarkan daerah pemilihan (dapil), kata perusahaan Amerika Serikat itu dalam laporan intelijen ancaman yang diterbitkan Kamis (10/9).
Laporan tersebut mencakup aktivitas yang menurut Anthropic berhasil dihentikan antara Desember 2025 dan Agustus 2026, termasuk operasi siber, operasi pengaruh, pengawasan, penipuan, dan bentuk penyalahgunaan lainnya.
“Platform itu menyamar sebagai penyedia perangkat intelijen siber defensif dan penanggulangan disinformasi,” kata Anthropic.
“Namun, penyelidikan kami menemukan kaitan jelas dengan BBS Bilisim Teknolojileri, perusahaan teknologi berbasis di Istanbul yang menjual akses ke platform tersebut sebagai layanan berbayar untuk menjalankan operasi pengaruh.”
Anthropic tidak mengungkap siapa yang membayar untuk menggunakan platform tersebut dalam operasi yang menyasar Malaysia, maupun apakah operasi itu terkait dengan pemilu tertentu di negara tersebut.
Anthropic juga tidak menjelaskan secara pasti kapan operasi yang menyasar Malaysia itu berlangsung atau berapa lama dijalankan.
Dalam studi kasus berjudul “Menggagalkan platform manipulasi pemilu komersial yang menyasar Malaysia”, Anthropic mengidentifikasi dan menghapus akun Claude yang terlibat, lalu menggunakan informasi dari akun tersebut untuk memetakan operasi yang lebih luas.
Menanggapi pertanyaan CNA, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengatakan, pihaknya “menanggapi persoalan yang diangkat Anthropic dengan serius”.
“Untuk memperjelas, aktivitas seperti yang dijelaskan dalam laporan tersebut bukan bagian dari fungsi atau mandat MCMC, dan MCMC tidak terlibat dalam aktivitas atau pengaturan semacam itu,” kata MCMC, regulator nasional industri komunikasi dan multimedia Malaysia.
MCMC tengah mempelajari laporan tersebut dan akan meminta informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait untuk melakukan penilaian sebelum menentukan langkah yang tepat.
“Melindungi masyarakat dan menangani bahaya di dunia maya tetap menjadi tanggung jawab utama MCMC. MCMC akan terus menjaga dan memastikan lingkungan daring yang aman dan tepercaya bagi Malaysia.”

Leave a Reply