
loading…
Pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado kembali dari pengasingan. Foto/X/@visegrad24
“Saya di sini. Bersama Anda,” tulis Machado di platform X pada hari Minggu, dilansir BBC. Kepulangannya terjadi setelah berbagai upaya sebelumnya untuk kembali ke negara itu selalu menemui jalan buntu.
Pada bulan Januari, sebulan setelah Machado meninggalkan Venezuela menggunakan perahu cepat dalam kegelapan malam untuk menerima Penghargaan Perdamaian Nobel di Norwegia, pihak AS mengambil tindakan terhadap lawannya, Presiden Nicolás Maduro.
Pemerintahan Trump kemudian mendukung wakil Maduro, Delcy Rodríguez, sebagai pemimpin. Ia dilantik sebagai presiden sementara dan kemudian menandatangani kesepakatan minyak yang memberikan ketentuan yang sangat menguntungkan bagi AS.
Pada hari Minggu, Machado terlihat dalam sebuah foto sedang menghadiri Misa di sebuah gereja di negara bagian Lara, Venezuela, dikelilingi oleh para pendukung yang memeluknya dan menggenggam tangannya.
Ia kemudian melakukan perjalanan menuju ibu kota, Caracas, di tengah iring-iringan pendukung yang bersorak-sorai. Lebih banyak pendukung tampak berjejer di sepanjang rute perjalanannya menuju ibu kota.
Ia tertangkap kamera sedang tersenyum sambil menjulurkan tubuhnya dari atap mobil (sunroof) saat memasuki Caracas pada Minggu malam.
“Malam penuh reuni di Caracas kita. Demi reuni setiap keluarga, demi kebebasan setiap tahanan politik, demi kebebasan Venezuela,” tulisnya di X.
Reuters: Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, menyapa para pendukung saat tiba di Caracas.

Leave a Reply