
loading…
Apple kalahkan Huawei dan Xiaomi saat pasar ponsel China turun 17 persen. Foto: Getty Images
Counterpoint Research mencatat, pada 14–20 September 2026 Apple mengungguli Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Pada pekan yang sama, total penjualan ponsel China turun 17 persen dibanding tahun lalu.
Angka 33 persen adalah pangsa unit satu pekan, bukan tren kuartalan atau pangsa pendapatan. Kenaikan 12 persen dibanding pekan pertama iPhone 17 Pro juga belum bisa dijadikan patokan. iPhone 18 Pro hanya tersedia tiga hari dalam pekan yang diukur, sedangkan pembandingnya tujuh hari penuh.
Konsumen Kehilangan Pilihan Murah
Analis Counterpoint, Ivan Lam, menyebut harga banyak ponsel flagship China naik lebih dari USD200 (Rp3,58 juta). Selisih harga dengan iPhone pun menyempit.
Apple juga hanya menjual model Pro. iPhone 18 reguler dikabarkan tertunda karena pemasok Pegatron, meski belum dikonfirmasi Apple maupun Pegatron. Menurut Lam, ketiadaan model standar kemungkinan mengalihkan sebagian permintaan ke Pro.
Sepanjang sembilan pekan pertama 2026, penjualan iPhone di China naik 23 persen saat pasar turun 4 persen. Counterpoint mengaitkannya dengan kontrak pemasok jangka panjang yang meredam kenaikan biaya komponen.
iPhone Duo Berisiko Menggerus Pro Max
Analis UBS, David Vogt, mencatat waktu tunggu iPhone 18 Pro Max di China terus menyusut. Ia menilai sebagian pembeli menunda pembelian demi iPhone Duo. Artinya, Duo berisiko menggantikan Pro Max, bukan memperluas pasar.

Leave a Reply