loading…

Rusia klaim bahaya senjata nuklir saat ini sangat ekstrem. Foto/X

MOSKOW – Rusia dan AS perlu segera melanjutkan dialog mengenai stabilitas strategis dan pengendalian senjata. Itu diungkapkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. Ia menambahkan bahwa ketiadaan kerangka kerja berbasis perjanjian di bidang ini menciptakan situasi yang sangat berbahaya.

Perjanjian New START—satu-satunya kesepakatan bilateral yang tersisa untuk membatasi persenjataan nuklir strategis AS dan Rusia—telah berakhir pada bulan Februari tanpa perpanjangan maupun pengganti.

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 dan diperpanjang pada tahun 2021 ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan oleh masing-masing pihak sebanyak 1.550 unit, serta 700 sistem peluncur yang dikerahkan, sekaligus menyediakan mekanisme transparansi dan verifikasi di lokasi.

Menurut Moskow, setelah perjanjian tersebut berakhir, Rusia sempat mengusulkan untuk tetap mempertahankan batasan jumlah hulu ledak selama satu tahun lagi dengan syarat Washington melakukan hal yang sama, namun inisiatif tersebut tidak mendapat tanggapan.



–