Laporan awal menunjukkan bahwa banjir bandang dipicu oleh longsor yang terjadi akibat gempa, ujar menteri luar negeri Nepal Shisir Khanal dalam pernyataannya ke parlemen.
Sekitar 403 wisatawan – 341 di antaranya warga asing – tidak diketahui keberadaannya selama beberapa jam setelah bencana melanda, menurut Kementerian Kebudayaan, Pariwisata, dan Penerbangan Sipil Nepal. Di antara wisatawan yang hilang terdapat warga India, Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Kepolisian Nepal menyatakan telah menemukan 157 jenazah setelah “banjir dahsyat”, sementara para petugas berupaya mengevakuasi keluarga-keluarga di daerah rawan banjir ke tempat aman.
Korban tewas lainnya sebanyak tiga orang dilaporkan berada di Gyirong, China, pusat perlintasan perbatasan Tibet. Sebanyak 265 orang lainnya hilang di perbatasan China, seperti diungkapkan media pemerintah.
Pejabat pemerintah Tibet mengerahkan hampir 800 petugas pencarian dan 150 kendaraan, serta anjing pelacak dan perahu cepat untuk membantu upaya penyelamatan, menurut kantor berita resmi China, Xinhua.

Leave a Reply