loading…

Biaya iklan politik capai Rp210 triliun di pemilu paruh waktu AS. Foto/X/@soy_502

WASHINGTON – Pemilihan paruh waktu AS tahun 2026 diperkirakan akan menjadi yang termahal dalam sejarah negara tersebut. Menurut firma pelacak iklan AdImpact, belanja untuk iklan politik saja diproyeksikan mencapai USD11,6 miliar atau Rp210 triliun —angka yang melampaui siklus pemilihan mana pun sebelumnya, termasuk pemilihan presiden tahun 2024.

Sebagian besar dana tersebut berasal dari donatur kaya, organisasi nirlaba politik, dan perusahaan yang berupaya memengaruhi prioritas di Washington. Beberapa di antaranya bahkan mengalir melalui jaringan berbagai organisasi sebelum akhirnya dibelanjakan.

Biaya Iklan Politik Capai Rp210 Triliun di Pemilu Paruh Waktu AS, Siapa Donatur Terbesar?

1. 50 donatur terbesar menyumbangkan USD2,77 miliar

Sejauh ini, 50 donatur dan organisasi terbesar telah menyumbangkan total USD2,77 miliar selama siklus pemilihan paruh waktu AS 2026.

Kontributor yang berafiliasi dengan Partai Republik menyumbang USD1,67 miliar, atau sekitar 60 persen dari total donasi—dua kali lipat dari jumlah USD832 juta (30 persen) yang berasal dari pihak yang berafiliasi dengan Partai Demokrat. Sebanyak USD264 juta sisanya, atau sekitar 10 persen, berasal dari penyumbang yang dikategorikan sebagai pihak bipartisan atau kelompok kepentingan khusus, termasuk kelompok yang mendukung taruhan olahraga dan mata uang kripto.

Perorangan dapat menyumbangkan hingga USD3.500 per pemilihan untuk kampanye kandidat federal AS dalam siklus pemilu 2025–2026. Namun, beberapa orang dalam daftar ini telah memberikan dana hingga ratusan juta dolar.

Hal tersebut legal karena sebagian besar dana tidak disalurkan langsung kepada kandidat, melainkan kepada super political action committee (super PAC)—komite aksi politik khusus yang dapat menerima sumbangan dalam jumlah berapa pun.

2. Super PAC Ikut Bermain

Super PAC adalah kelompok yang dapat menggalang dan membelanjakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk mendukung atau menentang kandidat, terutama melalui iklan. Syarat utamanya adalah kelompok ini tidak boleh mengoordinasikan pengeluarannya dengan kandidat atau tim kampanye mereka.

Super PAC muncul pada tahun 2010 setelah dua putusan pengadilan membuka jalan bagi pengeluaran dana tak terbatas dalam pemilu oleh kelompok-kelompok yang independen dari kandidat.



–