
loading…
Mengolok-olok fisik orang (body shaming) walau dengan maksud bercanda akan membuat orang tersebut tidak nyaman atau bahkan merasa dihina, maka hal ini dilarang dalam agama Islam. Foto ilustrasi/ist
Perilaku ini semakin mudah ditemukan di era internet dan media sosial . Seseorang bisa dengan leluasa melontarkan hinaan melalui kolom komentar, unggahan, atau pesan daring, bahkan tanpa harus berhadapan langsung dengan orang yang menjadi sasaran.
Ironisnya, body shaming tidak selalu dilakukan dengan niat terang-terangan untuk menghina. Ada yang melakukannya karena terbiasa bercanda secara berlebihan, menjadikan kondisi fisik sebagai bahan lelucon, atau menganggap komentar tersebut sebagai basa-basi biasa.
Misalnya, melontarkan ucapan seperti, “Pipi kok bulat banget, seperti bakso,” atau “Kurus banget, seperti pentol korek.” Bagi pelontarnya, ucapan itu mungkin sekadar gurauan. Namun, bagi orang yang mendengarnya, perkataan tersebut bisa menimbulkan rasa malu, tersinggung, dan tidak percaya diri.
Baca juga: Benarkah Fitnah Lebih Kejam daripada Pembunuhan? Begini Penjelasan Al Quran!
Dalam Islam, menjaga lisan dan menghormati sesama merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim. Menghina fisik seseorang, baik secara langsung maupun melalui media sosial, tidak bisa dibenarkan hanya dengan alasan bercanda.
1. Kisah Abdullah bin Mas’ud, Betis Kecil yang Lebih Berat dari Gunung Uhud
Islam mengajarkan bahwa manusia tidak pantas direndahkan karena bentuk tubuh atau kekurangan fisiknya. Setiap ciptaan Allah memiliki hikmah, sementara kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penampilan lahiriahnya.
Salah satu kisah yang menjadi pelajaran tentang hal ini adalah peristiwa yang dialami sahabat Nabi Muhammad, Abdullah bin Mas’ud. Ia dikenal memiliki betis yang kecil.
Dalam sebuah riwayat, ketika Abdullah bin Mas’ud mengambil ranting untuk dijadikan siwak, angin bertiup hingga menyingkap betisnya. Sebagian sahabat yang melihatnya tertawa karena ukuran betis tersebut.
Rasulullah kemudian menegur mereka dan bertanya:
مِمَّ تَضْحَكُونَ؟
“Apa yang membuat kalian tertawa?”
Mereka menjawab bahwa mereka tertawa karena betis Abdullah bin Mas’ud yang kurus.
Rasulullah kemudian bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُمَا أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ أُحُدٍ
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betis itu lebih berat dalam timbangan daripada Gunung Uhud.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad nomor 3991 dan dinilai sahih oleh Syu’aib Al-Arnauth.

Leave a Reply