
loading…
Sektor pertanian Amerika Serikat (AS) kini berada di ambang krisis keuangan di tengah lonjakan beban biaya operasional. Foto/Dok
Namun investigasi terbaru membeberkan kenyataan yang jauh lebih mengerikan, bahwa angka fantastis tersebut diduga kuat hanyalah puncak gunung es. Data resmi Departemen Pertanian AS (USDA) ditengarai gagal merekam ratusan triliun utang tersembunyi yang ditarik petani dari lembaga keuangan non-tradisional dan penyedia kredit vendor.
Tekanan finansial yang melanda kawasan pertanian AS dipicu oleh kombinasi badai ekonomi ganda. Pertama yakni perang dagang Washington, adanya gangguan pasar ekspor ke negara pembeli utama seperti China menekan harga jual komoditas.
Baca Juga: Petani AS Alami Krisis Terburuk dalam 40 Tahun, Perang Iran Bikin Boncos Rp543,1 Triliun
Ditambah perang AS-Israel versus Iran yang belum jelas kapan berakhirnya. Konflik bersenjata di Timur Tengah melumpuhkan rantai pasok global dan mendongkrak drastis biaya pupuk serta bahan bakar (diesel).
Seiring meningkatnya angka kebangkrutan, perbankan komersial memperketat penyaluran kredit. Akibatnya, para petani terpaksa berpaling ke pinjaman non-tradisional -seperti koperatif petani, produsen alat berat, perusahaan fintech, hingga pemasok benih dan pupuk.

Leave a Reply