Selain konsep konten, AI ini dapat merekomendasikan audio yang sedang tren dan dinilai sesuai dengan niche, gaya, serta jenis konten yang biasa dibuat pengguna.
Meski menawarkan beragam rekomendasi, Instagram menegaskan Edits Assistant bukan alat yang dirancang untuk menggantikan kreator dalam mengambil keputusan kreatif.
Menurut Westervelt, masukan yang berulang kali mereka terima selama proses pengembangan AI ini menunjukkan bahwa kreator lebih membutuhkan AI yang dapat membantu mereka melakukan analisis, bukan teknologi yang mengambil alih keputusan kreatif.
“Edits Assistant melakukan penggalian informasi. Keputusan kreatif sepenuhnya tetap berada di tangan kalian (kreator),” ujar Westervelt.
Sebelum dirilis lebih luas, Edits Assistant telah diuji coba bersama sejumlah kreator terpilih di komunitas Meta. Fitur tersebut kemudian mulai digulirkan kepada seluruh pengguna aplikasi Edits di Amerika Serikat pada 30 September 2026.
Untuk mengaksesnya, kreator dapat membuka aplikasi Edits, mengetuk ikon chat, lalu memasukkan pertanyaan yang ingin diajukan kepada AI melalui kolom yang tersedia.
Edits Assistant dapat digunakan secara gratis, tetapi Meta menerapkan batas jumlah prompt yang bisa diberikan setiap hari. Jumlah batas harian tersebut belum diungkapkan.
Pengguna dengan kebutuhan lebih besar bisa memperoleh batas penggunaan yang lebih tinggi melalui paket berlangganan Meta One.
Meta tampaknya juga berharap kehadiran Edits Assistant dapat menarik lebih banyak kreator untuk menggunakan salah satu paket Meta One terbarunya. Di AS, paket termahal layanan tersebut dibanderol US$499 (sekitar Rp8,9 juta) per bulan.

Leave a Reply