
loading…
Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund (DDMF), M. Rachmat Kaimuddin menilai investasi strategis perlu dinilai melalui dampak pembangunan yang dihasilkan, bukan hanya melalui indikator pengembalian modal. Foto/Dok
Untuk proyek strategis yang berjangka panjang, ukuran yang lebih relevan adalah seberapa jauh investasi tersebut memperkuat kapasitas produksi, menciptakan pekerjaan berkualitas, memperluas nilai tambah domestik, serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan lingkungan.
Gagasan itu mengemuka dalam sesi roundtable Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 bertajuk “Beyond Financial Returns: Measuring the Development Impacts of Strategic Investment in Indonesia” yang berlangsung di Jakarta pada 7 Oktober 2026 lalu. Forum yang dihadiri para pakar, lembaga riset, dan perwakilan Lembaga Negara tersebut menempatkan investasi sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar penempatan modal.
Baca Juga: Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
ISF 2026 sendiri mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World”, yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, serta organisasi internasional.
Kebutuhan akan cara pandang baru menjadi penting karena proyek pembangunan sering menghadapi kesenjangan antara kelayakan finansial dan manfaat ekonomi yang lebih luas. Infrastruktur dasar, hilirisasi, energi, pangan, pendidikan, atau industri baru dapat memiliki tingkat pengembalian komersial yang terbatas pada tahap awal, tetapi menghasilkan manfaat jangka panjang berupa produktivitas, konektivitas, penguasaan teknologi, pengurangan emisi, dan pembentukan ekosistem industri.

Leave a Reply