WASHINGTON: Partai Demokrat merebut mayoritas kursi di Senat dan DPR Amerika Serikat (AS) dalam pemilu sela atau paruh waktu pada Selasa (3/11), meraih kemenangan besar hingga ke basis-basis kuat Partai Republik. Puluhan juta pemilih memberikan penolakan keras terhadap Presiden Donald Trump.
Skala dan luasnya kemenangan Partai Demokrat masih terus terlihat, tetapi partai itu berhasil menang di negara-negara bagian yang selama ini dianggap sulit ditembus, termasuk basis konservatif seperti South Carolina, Texas, dan Iowa.
Gelombang kemenangan Demokrat mencerminkan kekecewaan mendalam pemilih terhadap pengelolaan ekonomi oleh Trump dan keputusannya melancarkan perang terhadap Iran pada Februari, yang memicu lonjakan tajam harga bahan bakar. Berbagai jajak pendapat menunjukkan kekhawatiran pemilih terhadap biaya hidup dan kemarahan atas cara Trump menangani persoalan tersebut.
Di Kansas, Adam Hamilton, seorang pendeta gereja besar, menjadi politikus Demokrat pertama yang memenangi kursi Senat sejak Depresi Besar hampir seabad lalu.
Di Ohio, politikus Demokrat Sherrod Brown merebut kursi yang dua tahun lalu dipegang Wakil Presiden JD Vance. Sementara itu, anggota DPR negara bagian Texas dari Partai Demokrat, James Talarico, berhasil mengalahkan Jaksa Agung Texas dari Partai Republik Ken Paxton yang dirundung skandal, meski menghadapi gelontoran dana kampanye besar dari pihak luar. Ohio dan Texas sama-sama dimenangi Trump dengan selisih dua digit persentase suara pada 2024.
Di South Carolina, negara bagian yang dimenangkan Trump dengan selisih hampir 18 poin persentase pada 2024, dokter anak Annie Andrews mengalahkan Senator Partai Republik Darline Graham, yang ditunjuk mengisi kursi tersebut setelah kakaknya, Senator Lindsey Graham, meninggal dunia.

Leave a Reply