Pada tahun yang sama, NCT Dream, termasuk Mark, bekerja sama dengan Pinkfong, perusahaan di balik lagu anak-anak populer Baby Shark, untuk merilis versi animasi dari Hot Sauce. Dalam proyek tersebut, para anggota NCT Dream diubah menjadi karakter dinosaurus yang diberi nama NCT-REX.
Setahun kemudian, NewJeans juga ikut berkolaborasi dengan Pinkfong dan tampil menari bersama karakter Pinkfong serta Baby Shark.
Kolaborasi antara idol K-pop dan merek hiburan anak-anak pun terus berlanjut.
Pada Mei 2026, boy group TWS menggandeng Pinkfong untuk menggelar tantangan menari dalam rangka Hari Anak dengan menggunakan lagu mereka yang berjudul You, You.
Sementara itu, girl group FIFTY FIFTY merilis single Natal pada November tahun lalu bersama Blox Universe, merek di balik serial animasi anak-anak asal Inggris, Numberblocks.
Bagi kedua pihak, daya tarik utama dari kolaborasi semacam ini terletak pada kemampuannya menjangkau audiens yang lebih luas.
Merek hiburan anak-anak dapat memperluas jangkauan mereka, tidak hanya kepada anak-anak usia prasekolah, tetapi juga orangtua dan penonton internasional. Di sisi lain, para idol K-pop mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan musik mereka kepada pendengar yang lebih muda.
Namun, proyek yang dikembangkan Mark menawarkan pendekatan berbeda.
Dalam episode yang dirilis pada awal Oktober lalu, Mark menghabiskan waktu bersama dua anak di sebuah kafe anak-anak di Gimpo, Provinsi Gyeonggi, sebelum mengajak mereka mengunjungi tempat karaoke koin.
Ketika Mark menyanyikan lagunya sendiri yang berjudul Too Much, kedua anak tersebut dengan cepat kehilangan minat karena lirik lagunya menggunakan bahasa Inggris.
Menariknya, pilihan lagu kedua anak itu justru membuat Mark terkejut.

Leave a Reply