
loading…
Ekspor minyak mentah Arab Saudi meningkat mencapai rekor tertinggi sejak Maret. FOTO/Reuters
“Meski terdapat ketegangan regional, Arab Saudi mampu terus memulihkan volume ekspor minyak mentah dengan memanfaatkan terminal di kedua pesisirnya,” kata analis UBS Giovanni Staunovo dikutip dari Reuters, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Bandara dan Situs Minyak Arab Saudi Diserang, 3 Tewas, 10 Lainnya Terluka
Peningkatan ekspor tersebut antara lain didukung penurunan volume minyak mentah yang diolah di kilang domestik. Pengolahan minyak mentah di kilang Arab Saudi turun 181.000 bph menjadi 2,297 juta bph pada Agustus dari 2,478 juta bph pada Juli, sementara penggunaan minyak mentah secara langsung untuk pembakaran meningkat 43.000 bph menjadi sekitar 604.000 bph.
Pemulihan ekspor berlangsung di tengah gangguan pengiriman minyak di Timur Tengah akibat konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang dimulai pada akhir Februari. Konflik tersebut mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia, sehingga Arab Saudi berupaya mengoptimalkan jalur ekspor alternatif melalui terminal di kedua pesisirnya.
Data JODI sebelumnya menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi sempat turun ke 3,434 juta bph pada Mei sebelum meningkat menjadi 3,993 juta bph pada Juni. Staunovo memperkirakan pemulihan ekspor berlanjut pada September dan Oktober, meskipun situasi keamanan regional masih bergejolak.

Leave a Reply