loading…

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent. FOTO/Rauters

WASHINGTON – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyatakan Iran berada di ambang kebangkrutan setelah ekspor minyak negara tersebut dilaporkan terhenti sejak akhir Agustus akibat tekanan ekonomi dan sanksi Washington. Pemerintah AS menilai kebijakan tersebut mulai melumpuhkan perekonomian Teheran, meskipun pemerintah Iran membantah ekonominya berada di ambang kehancuran.

“Kami tidak melihat adanya pemuatan minyak di fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg sejak Agustus. Saat ini, Iran tidak memiliki minyak yang sedang dalam pengiriman,” kata Bessent dalam wawancara dengan 2Way TV dikutip dari Reuters, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Arab Saudi dan Houthi Belum Tanggapi Tawaran Mediasi dari Iran

Bessent membandingkan kondisi Iran dengan perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan. Ia mengatakan tekanan ekonomi mulai terasa dan memperkirakan perekonomian Iran dapat mengalami kemerosotan tajam dalam empat hingga delapan pekan, meskipun ia tidak memastikan kapan dampak tersebut akan mencapai puncaknya.



–