loading…

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. Foto: Istimewa

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menekankan pentingnya membangun kecerdasan politik dengan melihat setiap persoalan secara holistik. Hal tersebut dikatakannya saat menyampaikan refleksi perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah tepat dua tahun dilantik.

Refleksi tersebut disampaikannya dalam acara Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan bertajuk “Dua Tahun Prabowo Sudah Sesuai Harapan?” pada Jumat (23/10/2026) malam.

“Tingkat kecerdasan kita yang baik adalah ketika kita terbiasa membaca cara kerja negara seperti cara kerja sistem. Kita tidak boleh terjebak pada sentimen pribadi, emosi, atau penilaian subjektif like and dislike. Pemimpin atau pejabat bisa datang dan pergi, tetapi kelembagaan itu harus semakin terbuka, kompeten, dan efisien,” ujar Fahri dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Baca juga: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Muhammadiyah: Jadikan Kritik sebagai Energi Perbaikan

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan, untuk terus mengedepankan dialog terbuka. Ia menegaskan bahwa mereka yang berada di pemerintahan tidak boleh menghindar dari diskusi mengenai fakta lapangan, sementara mereka yang menyampaikan kritik diimbau untuk membawanya dengan data yang akurat agar terbangun iklim dialog yang sehat.



–