2.451 WARGA DUA DESA DIEVAKUASI
Pemerintah memutuskan mengosongkan Desa Payung dan Desa Kuta Tengah yang berada cukup dekat dengan Gunung Sinabung. Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumatra Utara Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi penanganan erupsi.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi malam, rencana hari ini warga dievakuasi. Desa Payung dan Desa Kuta Tengah jaraknya cukup dekat dengan Gunung Sinabung. Sehingga desa itu harus dikosongkan,” kata Sri Wahyuni pada Selasa (1/9), dilaporkan CNN.
Sebanyak 2.051 warga Desa Payung direncanakan dipindahkan ke Desa Batukarang, sedangkan 400 warga Desa Kuta Tengah akan dievakuasi ke Desa Sukatepu. Dengan demikian, total warga yang akan dievakuasi mencapai 2.451 orang.
BPBD Sumatra Utara telah membawa tenda untuk mengantisipasi kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga. Namun, lokasi penempatan pengungsi dan berapa lama mereka harus berada di pengungsian masih bergantung pada perkembangan aktivitas Sinabung serta arahan PVMBG. Proses evakuasi akan melibatkan TNI dan Polri.
“Kalau kemarin itu BPBD Karo pinjam tenda kita. BPBD provinsi pagi ini sudah membawa tenda ke sana. Terkait nanti masyarakat ditaruh di mana, di tenda kah mereka mau atau di mana, belum tahu. Tapi tenda sudah kita persiapkan,” ujar Sri Wahyuni.
WARGA SEMPAT PANIK, ABU CAPAI BERASTAGI
Erupsi menyebabkan hujan abu di sejumlah desa sekitar Sinabung hingga kawasan perkotaan Berastagi. Abu vulkanik menyelimuti permukiman, lahan pertanian, fasilitas umum dan jalan, sementara material yang beterbangan membuat warga perlu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Kepala BPBD Kabupaten Karo Juspri M Nadeak menuturkan, warga sempat panik ketika letusan terjadi. “Saat letusan besar terjadi, masyarakat sempat panik dan pulang dari ladang,” ujarnya. Beberapa jam kemudian warga mulai kembali beraktivitas, meski abu masih menyelimuti permukiman dan perladangan.
Tidak ada korban jiwa ataupun korban luka yang dilaporkan akibat erupsi tersebut. Namun, petani menghadapi potensi kerugian karena tanaman terkena abu vulkanik yang cukup tebal, baik berupa kerusakan maupun penurunan produksi.
Kepala Desa Kutagugung, Kecamatan Juhar, Terkelin Sembiring mengatakan, warga yang sedang berada di ladang berhamburan pulang ketika letusan terjadi. Pengalaman erupsi Sinabung sebelumnya yang menelan korban jiwa masih membekas di kalangan masyarakat.
“Di beberapa lokasi, abu vulkanik beterbangan di jalan. Masyarakat harus mengenakan masker saat keluar rumah,” kata Terkelin.
Sementara itu, seperti dilaporkan Kompas.com, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution mengatakan, arah angin membawa abu vulkanik menuju Berastagi. “Untuk masyarakat Sumut khususnya Berastagi, saat ini Gunung Sinabung statusnya Level III atau siaga. Arah angin mengarah ke Berastagi dan abu sudah masuk ke sana,” katanya.

Leave a Reply