loading…

Harga emas dunia kembali menjadi sorotan setelah sempat turun menembus level psikologis USD4.000 per troy ounce. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA – Harga emas dunia kembali menjadi sorotan setelah sempat turun menembus level psikologis USD4.000 per troy ounce. Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global menjelang rapat bank sentral Amerika Serikat ( The Fed ) pada 27–28 Oktober 2026.

Selain pergerakan emas, indeks volatilitas CBOE (VIX) sempat melampaui level 20 pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya ekspektasi volatilitas di pasar saham Amerika Serikat, sekaligus menjadi salah satu indikator perubahan sentimen risiko di pasar keuangan global. Baca juga: Daftar Negara yang Menarik Emas dari Bank Sentral AS: Sisa Setengah dari Level Tertinggi 1970-an

Rapat The Fed pekan ini menjadi salah satu agenda penting bagi pelaku pasar emas. Investor akan mencermati keputusan suku bunga serta pernyataan The Fed mengenai prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.

Secara umum, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbunga. Sebaliknya, prospek penurunan suku bunga dapat memberikan dukungan terhadap harga emas.

Namun, arah pergerakan emas juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Termasuk nilai tukar dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta kondisi geopolitik global.



–